Perangkat Desa di Pandeglang Meninggal Dunia, Ahli Warisnya Dapat Rp28 Juta

  • Whatsapp
perangkat desa
Kepala DPMPD Pandeglang, DOni Hermawan dan Pejabat Taspen menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris Perades yang meninggal dunia.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Para perangkat desa (Perades) di Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapatkan jaminan asuransi melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Seperti Sekretaris Desa Pasirsedang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang yang meninggal dunia, ahli warisnya mendapatkan santunan kematian sebesar Rp28 juta dari Taspen Cabang Serang, Banten.

Bacaan Lainnya

Uang santunan kematian itu, diserahkan langsung pejabat Taspen Cabang Serang dan Bank Mantap Taspen bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, kepada ahli waris dari perangkat desa yang meninggal dunia tersebut.

Kepala DPMPD Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, sejak tahun 2020 ini para perangkat desa di Pandeglang, sudah masuk pada kepesertaan JKK dan JKM di Taspen. Maka dari itu, para perangkat desa sudah mendapatkan jaminan ketika mengalami kecelakaan kerja maupun kematian.

“Hari ini ada perangkat desa di Kecamatan Picung yang meninggal dunia dan ahli warisnya telah diberikan santunan kematian, sebesar Rp 28 juta,” ungkap Doni usai menyerahkan santuan kematian kepada keluarga perangkat desa yang meninggal dunia di Kantor Kecamatan Picung, Senin (12/10/2020).

BACA JUGA: Nelayan Hilang di Tanjung Cariang Pandeglang Ditemukan Tewas

Dikatakannya, bagi perangkat desa yang masa kerjanya masih di bawah tiga tahun, santunan kematiannya hanya sebesar Rp28 juta. Tapi jika masa kerjanya di atas tiga tahun, santunannya akan lebih besar lagi, bahkan bisa mencapai lebih dari Rp 50 juta.

“Ini bentuk perhatian pemerintah terhadap para perangkat desa yang sudah mengabdikan dirinya kepada pemerintah maupun masyarakat. Tidak hanya kematian yang dijamin pemerintah, tapi ketika terjadi kecelakaanpun akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Taspen Serang, Heri  Wiyono mengakui, semua pernagkat desa mulai kepala desa hingga perangkatnya, sudah masuk pada JKK dan JKM di Taspen. Selama mereka masih bekerja di desanya masing-masing, telah dicover jeminan kecelakaan kerja dan jaminan kematiannya.

“Kalau untuk hak-haknya sebagai kepesertaan JKK dan JKM sudah ada aturannya, sesuai dengan masa kerja perangkat desa itu sendiri,” tuturnya.

Lanjut Heri, pembiayaan asuransi kecelakaan kerja dan kematian bagi para perangkat desa itu dari APBD, yang diambil dari Penghasilan Tetap (Siltap) Perades sebesar 0,4 persen untuk jaminan kecelakaan kerja dan sebesar 0,7 persen untuk jaminan kematian dari besaran gaji perangkat desa tersebut.

“Kalau dihitung premi yang dibebankan kepada peserta atau perangkat desa hanya sebesar Rp9.400 per orang,” ujarnya.

Diakuinya, pihaknya juga menawarkan kepada para perangkat desa untuk ikut program Taspen Shift yaitu tabungan hari tua. Jadi ketika Perades itu sudah pensiun dapat tunjangan pensiunan seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Program Taspen Shift itu untuk Prades saja tidak untuk kepala desa. Adapun premi yang harus dibayarkan dalam setiap bulannya yaitu sebesar Rp100 ribu, sehingga ketika sudah pensiun nanti dapat pesangon,” ujarnya.

Sementara, Kepala cabang Bank Mandiri Taspen, Hasan menjelaskan, kehadiran Bank Mantap (Mandiri Taspen) dalam program JKK dan JKM bagi pernagkat desa tersebut, sebagai jasa keuangan dan mitra masyarakat dalam program tersebut.

“Selain sebagai jasa keuangan dalam program asuransi bagi perangkat desa. Ada juga tiga pilar yang saat ini kami jalankan, diantaranya pilar pesiunan sehat, pensiunan aktif dan wirausaha bagi para pensiunan,” jelasnya.

Hasan menuturkan, Bank Mandiri Taspen merupakan anak perusahaan PT Bank Mandiri.Tbk dan PT Taspen (Persero). Keberadaanya di Kabupaten Pandeglang untuk turut serta memberikan pelayanan Jasa Keuangan Perbankan dan Pelayanan Ketaspenan.

“Selain itu, Bank Mandiri Taspen dengan visinya menjadi mitra terbaik dan terpercaya yang memberdayakan dan menyejahterakan, dalam hal ini Bank Mandiri Taspen telah menjalankan 3 Pilar Mantap Indonesia, dengan slogan tiada kata pensiun untuk berkarya,” ulasnya.

Adapun 3 Pilar Mantap Indonesia, lanjut dia, yaitu Mantap Sehat, bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan masyarakat khususnya pensiunan. Selanjutnya Mantap Aktif, bertujuan untuk mendukung penciptaan masyarakat, khususnya pensiunan yang aktif, produktif, tangguh dan bahagia.

“Dan yang ketiga Mantap Sejahtera, yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat khususnya pensiunan yang mandiri dan sejahtera melalui kewirausahaan,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.