Perang Jargon Bacalon Wali Kota ‘Hangatkan’ Kota Cilegon

  • Whatsapp
Pilkada Kota Cilegon-01
Ilustrasi Pilkada Kota Cilegon

CILEGON, REDAKSI24.COM – Suhu politik menjelang perhelatan Pilkada Kota Cilegon September nanti, nampaknya mulai menghangat. Naiknya suhu politik di kota baja itu, ditandai dengan adanya perang tagline atau jargon antar bakal calon (Bacalon) Wali Kota Cilegon.

Salah satu Bacalon Wali Kota Cilegon, Ali Mujahidin menanggapi hangat adanya pihak yang mengkritik jargon politiknya; Dinasti dan Korupsi Harus Terhenti. Sejumlah pihak, kata dia, ada yang menilai jargon politiknya tersebut menyinggung perasaan masyarakat Kota Cilegon.

Bacaan Lainnya

Ali Mujahidin yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah mengatakan, tagline Dinasti Korupsi Harus Terhenti itu, kalimat sederhana yang normatif, tidak melanggar aturan dan undang-undang. Menurut dia, jargonnya itu sama sekali tidak mengandung unsur provokatif.

“Biasa-biasa saja. Jika ada bakal calon mengusung tageline lain silahkan, tidak perlu mempermasalahkan tagline kami,” kata Ali Mujahidin kepada Redaksi24.com, Senin (9/3/2020).

Menurutnya, jika ada pihak yang alergi atau sensitif dengan tageline tersebut, tentu perlu dipertanyakan komitmennya menjadi bakal calon Wali Kota Cilegon.

“Silahkan saja, toh masyarakat yang mengetahui fakta sesungguhnya,” tambahnya seraya mengaku akan tetap tegas dan lugas mengusung tageline tersebut.

BACA JUGA:

. KNPI Harus Jaga Netralitas dalam Pilkada Cilegon

. Berharap Dipinang Petahana, Awab Pimpin DPC Gerindra Kota Cilegon

. Ratu Ati Marliati: Sukses Cilegon Tak Boleh Henti!

Perang jargon antar kandidat wali kota mendapat tanggapan dari sejumlah elemen masyarakat Kota Cilegon. Mereka menilai ada jargon atau statemen Bacalon wali kota yang justru membuat gaduh menjelang perhelatan Pilkada Kota Cilegon.

Presiden Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC), Moelyadi Sanusi mengatakan,  pihaknya merasa perlu mengimbangi statemen salah satu Bacalon wali kota yang menurutnya telah berlaku sinis terhadap tagline rival politiknya.

“Ada pepatah Jas Merah atau Jangan sekali kali-kali melupakan sejarah. Suka atau tidak suka, Kota  Cilegon itu terbentuk berkat perjuangan wali kota terdahulu,” tegasnya.

Ketua Dewan Pembina PPMC, Isbatullah Alibasja menambahkan, kontestasi 5 tahunan seharusnya diisi dengan adu gagasan, adu ide dan adu visi misi. Untuk bisa meraih simpati masyarakat, kata dia, Bacalon wali kota bukan justru malah saling menyerang untuk saling menjatuhkan rival politiknya.

“Masyarakat Cilegon bukan orang bodoh, mereka sudah melek yang sudah pasti bisa menilai siapa calon yang layak dan tidak layak,” katanya seraya mengajak semua pihak untuk tidak terprovokasi dengan jargon Bacalon wali kota menjelang perhelatan Pilkada September nanti.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.