,

Peran Cybersecurity Tangkal Kejahatan Dunia Maya

oleh -
cybersecurity,cybercrime,dunia maya,kejahatan,irwan novianto
Ilustrasi - Cybercrime.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Peran Cybersecurity sangat vital di era digital saat ini, dimana data-data sensitif seperti password, rekening bank, dan identitas diri sangat mudah dicuri.

Computer Hacking Forensic Investigator, Irwan Novianto mengatakan,Cybersecurity atau keamanan siber adalah kondisi yang tidak pernah selesai.

“Dalam kondisi apapun, selalu saja ada upaya dari berbagai pihak untuk terus mendapatkan keuntungan dari kejahatan siber,” ujar Irwan Novianto, kepada Redaksi24.Com, di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Irwan menjelaskan, perkembangan teknologi internet memunculkan kejahatan yang disebut dengan cybercrime atau kejahatan melalui jaringan Internet.

Munculnya beberapa kasus cybercrime di Indonesia, lanjut Irwan, merupakan fenomena, seperti pencurian kartu kredit, hacking terhadap berbagai situs, penyadapan transmisi data orang lain, (misalnya email), dan manipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programer komputer.

Kata Irwan, berbagai tindakan di atas dapat dikenakan tindak pidana, baik delik formil maupun materil. Delik formil karena menyangkut perbuatan seseorang mengakses data komputer orang lain tanpa izin, sedangkan delik materil adalah perbuatan itu telah menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain.

Irwan mengambil contoh percakapan seorang operator telepon dari card center atapun Customer Service Officer (CSO). Teknik inilah yang sering ditiru oleh para carder.

Ada pula carder yang mengaku dari petugas bank, konsultan keuangan, pihak penjamin kartu kredit, dan bagian asuransi kartu kredit.

Korban menerima sebuah telepon dari seseorang yang bersuara ramah dan mengaku sebagai CSO dari bank kartu kredit milik korban, biasanya mereka menelepon dengan alasan sedang melakukan survei.

Irwan menyebutkan, kebocoran data privasi nasabah bisa disebabkan, yaitu:

Faktor internal;

  1. Oknum marketing perbankan dan rekanan data nasabah diperjualbelikan
  2. Oknum pegawai
  3. Pejabat internal
  4. Kurangnya pengawasan

Faktor eksternal;

  1. Mulai penyerangan dengan sasaran kelengahan nasabah, penangkapan data transaksi, pengubahan data bahkan sampai pada penyerangan ke dalam database perbankan.
  2. Kebocoran data pribadi nasabah bisa terjadi disebabkan banyaknya transaksi yang dilakukan nasabah di merchant (penjual barang/jasa) dengan pembayaran nontunai dengan menggunakan kartu.

Menurut Irwan, perusahaan yang fokus pada bidang IT, atau fokus bisnisnya adalah layanan IT security services masih sangat sedikit. Karena bidang keamanan komputer salah satu bidang yang sangat jarang sekali digeluti.

Biasanya mereka yang membutuhkan jasa ini adalah sekelas perusaan besar, misalkan perusahaan telekomunikasi ataupun perbankan.

“Sangat sedikit sekali “pemain” dari dunia IT security. Karena memang market pasarnya sangat dikit,” ujar Irwan. (Endang JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.