Perairan Pulau Liwungan Pandeglang Dijadikan Sarang Lobster

  • Whatsapp
lobster pandeglang
Dinas perikanan Pendaglang melepasliarkan induk lobster di Perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, mengklaim perairan Pulau Liwungan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, cocok untuk budidaya lobster.

Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, Suaedi Kurdiatna mengatakan, hasil penelitian Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan (PPIL) Serang menyebutkan,  Power of Hydrogen (pH) air laut di kawasan yang memiliki kedalaman sekitar 8 meter itu, dinilai cukup bagus.

Bacaan Lainnya

“Dengan kondisi air laut cukup bagus dan ombaknya yang tenang, mendukung budidaya lobster cepat berkembang biak,” ungkap Suaedi Kurdiatna, saat melepasliarkan induk lobster di perairan Pulau Liwungan beberapa waktu lalu.

Menurut Suaedi, pihaknya juga akan mendorong agar para pelaku budidaya lobster untuk mengembangkan rumah keramba apung di peairan tersebut. Dengan harapan, agar mampu meningkatkan daya tarik wisata, sehingga prekonomian masyarakat nelayan di Panimbang, khususnya bisa terdongkrak dari semua sektor.

“Sekarang ini sudah ada sebanyak 7 perusahaan yang mengembangkan budidaya lobster di Pandeglang. Dengan adanya kegiatan itu, akan mampu mendorong kesejahteraan para nelayan, karena ada banyak nelayan yang terlibat dalam budidaya lobster itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Warga Cigondang Pandeglang Kalang Kabut Dilanda Isu Tsunami

Di tempat yang sama, pemilik budidaya lobster dari PT Royal Samudra Nusantara, Fery Satria mengatakan, ada beberapa jenis lobster yang dikembangkan melalui kegiatan budidaya tersebut, diantaranya lobster jenis mutiara dan pasir. Sebab kata dia, sudah terbiasa denga membudidaya kedua jenis lobster tersebut, ditambah kebanyakan lobster di wilayah ini jenis mutiara dan pasir.

“Adapun soal pengiriman hasil panen tergantung adanya permintaan. Namun biasanya diekspor ke Vietnam dan Dubai dan daerah – daerah lain,” katanya.

Diakuinya, dengan adanya kebijakan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang telah membolehkan budidaya lobster tersebut, pihaknya punya peluang baru, sehingga bisa mengembangkan lebih besar lagi kegiatan budidaya lobster itu.

“Kami juga menampung benihnya dari para nelayan yang ada di wilayah Panimbang. Waktu dari mulai budidaya hingga panen hanya membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.