Penyidik Bareskrim Selidiki Kaitan Ayah Winda Earl dengan Kacab Maybank Cipulir Dalam Kasus Dana Nasabah Raib

  • Whatsapp
Penyidik menyelidiki keterkaitan herman dengan Kacab Maybank AT dalam kasus pembobolan tabungan winda
Atlet e-sport Winda D. Lunardi alias Winda Earl (tengah) saat berada di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (05/11/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Penyidik Bareskrim Polri menyelidiki keterkaitan ayah Winda, Herman Lunardi, dengan tersangka Kepala Cabang (Kacab) Maybank Cipulir berinisial AT dalam kasus dugaan pembobolan tabungan atlet e-sport  Winda Lunardi alias Winda Earl.

“Semua itu akan dikorek keterkaitan bagaimana nanti korban, kemudian saksi-saksi, antara saksi satu dan saksi yang lainnya dari situ juga akan menjadikan bahan penyidik mengorek atau membuat pertanyaan kepada tersangka (AT),”ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, kuasa hukum Maybank,  Hotman Paris Hutapea,  menyebutkan ada dugaan keterlibatan ayah Winda, Herman Lunardi, dengan tersangka AT. Herman diduga menerima bunga tabungan Winda Earl sebesar Rp576 juta dari rekening pribadi milik AT.

Selain itu Herman ditengarai menerima uang dari Prudential sebesar Rp4 miliar untuk pengembalian uang pembatalan polis asuransi Winda yang diajukan oleh AT sebesar Rp6 miliar.

BACA JUGA:Bareskrim Tetapkan Tersangka Kasus Raibnya Tabungan Milik Atlet Esport  Rp22 M

Hotman juga menyebut bahwa Herman dan AT telah lama saling mengenal.

Terkait dengan hal itu, Awi menegaskan, Polri tidak mau menanggapi pernyataan Hotman karena secara keseluruhan masuk ke dalam materi penyidikan.

Kata Awi, Polri menggunakan tiga unsur penting untuk mendapatkan bukti segitiga atau triangle evidence. “Keterkaitan korban, saksi, tersangka, kemudian barang bukti penyidikan, sentralnya itu adalah di tempat kejadian perkara (TKP),”jelasnya.

Menurutnya, setelah memeriksa semua saksi, baik korban, keluarga korban, tersangka, ahli, maupun lainnya, penyidik akan melakukan olah TKP. Barang bukti yang ditemukan akan menjadi bahan penyidikan.

“Saya tidak bisa sampaikan satu-satu karena nanti memengaruhi penyidikan karena ini masih berlangsung, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tutur Awi.

Dalam kasus ini, AT telah ditetapkan sebagai tersangka. Manajer Bisnis Maybank disangkakan itu menggasak uang tabungan Winda Earl sebesar Rp22 miliar dan menyerahkannya ke temannya untuk investasi.

Atas kasus itu penyidik telah menyita aset tersangka berupa mobil, tanah, dan bangunan.

Tersangka AT dijerat Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman pidana penjara 8 tahun atau denda maksimal Rp100 miliar.

Berikutnya, dijerat pula Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.(Jay De Menes/ANTARA)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.