Penyerahan Aset Pemkab ke Pemkot Tangerang Alot Karena Ada Kepentingan Bisnis

oleh -
Adib Miftahul, Akademisi Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang.

TANGERANG, REDAKSI24.COM –-Polemik penyerahan aset antara pihak Kabupaten dan Kota Tangerang berlarut -larut, karena diduga ada kepentingan bisnis. Pasalnya Pemkab Kabupaten Tangerang tentu tidak akan serta merta menyerahkan aset PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) yang sudah memiliki pelanggan mencapai 77 ribu orang kepada Kota Tangerang.

“Kalau aset PDAM TKR yang ada di Kota Tangerang diserahkan kepada Pemkot Tangerang, tentu PDAM TKR akan kehilangan pelanggan sebanyak 77 orang atau akan kehilangan Pendapatan Asli Daerah-nya (PAD),” Kata Adib Miftahul, Akademisi Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Banten, Jumat (14/2/2020).

Karena, kata Adib, bila bicara soal BUMD, tentu menyangkut bisnis to bisnis atau kepentingan bisnis. Sehingga kedua pemerintahan tersebut harus duduk bersama untuk mencari solusi. Mengingat semua itu merupakan kepentingan masyarakat, yang harus diselesaikan dengan arif dan bijaksana.

Tanpa ada kebesaran hati dari kedua pemimpin daerah itu, tambah Adib, persoalan aset ini tentu tidak akan terselesaikan. Terbuki dengan terlibatnya Gubernur Banten yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat untuk menjembatani persoalan tersebut di Hotel Arya Duta, beberapa waktu lalu.

” Siapapun yang akan menjembatani persoalan ini, saya kira tidak akan bisa. Karena yang dapat memecahkan persoalan tersebut adalah kedua pemerintah itu sendiri,” kata Adib.

BACA JUGA:

Soal Polemik Aset, DPRD Kabupaten Tangerang Nilai Ada Niat Tidak Baik Dari Pemkot Tangerang

Soal Penyerahan Aset Pemkab ke Pemkot Tangerang Masih Menuai Polemik

Sementara itu, Sekda Kota Tangerang, Herman Suwarman menyatakan, penyerahan aset dari Pemkab ke Pemkot Tangerang hingga kini belum bisa diselesaikan karena belum ada titik temu.

“Ini hanya proses penyerahannya saja, pengennya sih diserahkan semua. Kalau kita maunya diserahkan dulu baru kesepakatan. Sementara Pemkab Tangerang, pengennya kesepakatan dulu baru diserahkan,” kata Sekda dengan singkat. (Agus/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.