Penyelundup Satwa Liar Antar Pulau Dibekuk Petugas Polresta Bandara Soetta

  • Whatsapp
Polresta Bandara gelar kasus penyelundupan satwa.

BANDARA, REDAKSI24.COM – Dua pelaku yang berupaya menyelundupkan satwa liar seperti kadal panama, ular monopohon, swalayar, dan ular patoa dari Ambon ke Jakarta diamankan petugas Polres Kota Bandara Soekarno Hatta (Soetta) di area Bandara Internasional tersebut. Mereka adalah, TK dan TD.

Selain mengggelandang ke dua orang tersebut, petugas juga menyita barang bukti sebanyak 153 reptil yang bernilai ekonomi tingggi.

Bacaan Lainnya

Wakapolres Bandara Soetta, AKBP Yessi Kurniati mengatakan, pengungkapan itu berawal dari adanya informasi bahwa akan ada penyelundupan hewan melalui Bandara Soekarno Hatta.

Dengan begitu, kata Wakapolres petugas melakukan penyelidikan. Saat itu juga, tambahnya, petugas mencurigai sebuah mobil Avanza dengan no polisi B 1806 PIF. Begitu dilakukan pemeriksaan, terbukti di dalam mobil itu terdapat ratusan reptil

“Barang ini Kita amanan di Kargo Soetta bersama polisi kehutanan, saat itu kita temukan angkutan barang yang membawa 4 koli. Rupanya dalam koli tersebut terdapat 153 satwa liar,” kata dia di Mapolres Bandara Soetta Jumat (5/6/2020).

Dari hasil pemeriksaan itu, kata Wakapolres, pihaknya tidak mendapati surat ijin yang seharusnya dikantongi oleh pembawa reptil. Akibatnya, tandas dia, mereka diamankan untuk di proses lebih lanjut. “Kita amankan dan satwa ini dibawa dari Ambon ke Jakarta untuk dijual,” ujarnya.

Dia menyebut meskipun saat ini satwa yang diamankan sudah bukan hewat dilindungi, namun seharusnya pembawa melampirkan surat ijin dari pihak terkait.

Dengan begitu, kata Waka Polres, kedua orang pelaku dapat dijerat dengan Pasal 36 UU nomo 5 tahun 90 tentang konservasi sumberdaya alam dan hayati ekosistem, dengan hukuman denda sebesaf Rp 457.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Alexander Yuriko mengatakan satwa yang disita petugas sudah diamankan dan diserahkan ke BKSDA Jakarta. “Ada empat jenis, ular monopohon, swalayar, kemudian ular patoa, dan kadal panama,” kata Alexander. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.