Penyegelan SMAN 2 Leuwidamar Diserahkan Ke Dindikbud Banten

oleh -
Sekolah disegel pemilik lahan.

LEBAK, REDAKSI24.COM- Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD Dikbud) Banten Wilayah Lebak merasa heran atas penyegelan ruang kelas SMAN 2 Leuwidamar yang dilakukan oleh pemilik lahan, Ismail Karis.

Pasalnya, lahan yang digunakan untuk mendirikan ruang kelas tersebut sudah dibayar lunas oleh pihan sekolah sebesar Rp 165 juta, tapi kenapa harus disegel.

” Berdasarkan dokumen yang saya terima dari pihak sekolah, lahan itu sudah dibayar lunas sebesar Rp 165 juta,” kata Kepala KCD Dikbud Banten Wilayah Lebak A Sirojudin Alfarisy, kepada Redaksi24, Jum’at (8/11/2019).

Pembayaran itu, kata dia sudah sesuai dengan kesepakatan antara pihak sekolah dan pemilik lahan pada 2017 lalu. Kemudian oleh pihak sekolah, lahan yang sudah dibeli digunakan untuk mendirikan 2 ruang kelas dan 1 ruang guru.

Namun kata dia, tiba-tiba Islamal Karis datang menyegel 3 ruangan tersebut untuj menuntut agar seluruh lahannya yang ada di sekitar tanah sekolah juga dibeli. ” Dalam pembangunan, pihak sekolah hanya membutuhkan lahan seluas 1.000 meter untuk menambah kekurangan ruangan. Tapi kenapa pemilik lahan memaksa agar seluruh lahannya dengan total 2000 meter harus dibayar semua,” kata dia.

Dan untuk pengadaan lahan itu, imbuh dia, tentu tidak bisa asal-asalan dan harus sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, pihaknya menyerahlan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk mencari solusi. Karena dengan disegelnya ruang kelas, kegiatan belajar mengarar (KBM) siswa terganggu.

BACA JUGA:

Sekolah Disegel Pemilik Lahan, KBM Siswa SMAN 2 Leuwidamar Terganggu

Sementara itu, pemilik lahan Ismail Karis mengaku dirinya memang sudah menerima pembayaran lahan tersebut sebesar Rp 165 juta dari pihak sekolah. Tapi waktu itu, kata dia pembayarannya dilakukan dengan cara dicicil.

karena itu kata Ismail Karis, pihaknya meminta kepada pihak sekolah agar membayar sisa lahan tersebut sebesar Rp 200 ribu permeter, sesuai dengan haraha pasaran. “Tuntutan saya saat ini agar semua lahan seluas 2000 meter itu harus juga dibeli,” kata dia. (Yusuf/Aanl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *