Penyegelan SMAN 2 Leuwidamar Diduga Buntut Kasus Korupsi FS

oleh -
SMAN 2 Leuwidamar
Ruang kelas baru SMAN 2 Leuwidamar disegel pemilik lahan menggunakan kayu.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten masih memproses dugaan korupsi proyek pengadaan lahan ruang kelas baru (RKB) di 16 titik SMA/SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten yang menelan APBD Banten 2018 sebesar Rp89,965 miliar.

Baru memasuki tahap feasibility study (FS) atau uji kelayakan, Kejati Banten kemudian menghentikan proyek itu karena mencium adanya dugaan korupsi dalam prosesnya. Sementara itu, Dindikbud Provinsi Banten sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp700 juta untuk jasa konsultan.

SMAN 2 Leuwidamar menjadi salah satu sekolah yang mendapat tambahan ruang belajar dalam APBD tersebut. Sebelum proyek itu bergulir, diduga ada spekulan tanah yang bermain untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dari selisih harga penjualan tanah.

“Berdasarkan rilis yang pernah beredar beberapa bulan yang lalu, diduga ada penggunaan dana dari kegiatan di sekolah yang digunakan untuk melakukan pembayaran kepada pemilik tanah, yakni Pak Ismail,” ujar pemerhati pendidikan Banten, Ojat Sudrajat, Rabu (7/11/2019).

BACA JUGA:

. Sekolah Disegel Pemilik Lahan, KBM Siswa SMAN 2 Leuwidamar Terganggu

. Ahli Waris Laporkan Balik ke Polisi, Pemkab Serang Dituding Serobot Lahan SMPN 1 Mancak

. Dilaporkan ke Polda Banten, Penyegel SMPN 1 Mancak Tantang Pemkab Serang

Ojat berharap masalah ini segera diselesaikan mengingat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa sangat terganggu, apalagi sebentar lagi akan menghadapi Ujian Semester.

Kepala sekolah, dalam hal ini Marjono, kata Ojat,  juga diharapkan terbuka kepada publik terkait persoalan ini, sehingga semuanya menjadi terang benderang. Jangan menjadi kambing hitam dalam masalah ini, apalagi mengambinghitamkan.

“Penyegelan itu diduga karena adanya lahan yang belum dilunasi. Saya menduga ini ada kaitannya dengan pengadaan lahan tahun anggaran 2018 yang masalah FS-nya sudah dalam proses penyidikan di Kejati Banten. Berdasarkan dokumen yang saya miliki, ada kegiatan perluasan lahan di SMAN 2 Leuwidamar,” ungkapnya.

Dugaan kasus itu, menurut Ojat cukup ironis, karena menjadi salah satu program utama Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam dunia pendidikan. Namun kini, kata dia, justru menodai dunia pendidikan.

Senada dikatakan anggota Komisi V DPRD Banten Iip Makmur. Anggota dewan dari Dapil Lebak itu sangat menyayangkan terjadinya aksi penyegelan SMAN 2 Leuwidamar. Ia berharap Dindikbud segera turun ke lapangan untuk menelusuri kejadian yang sebenarnya, jangan sampai siswa dan siswi yang menjadi korban.

“Kalau terkait masalah hukum, itu biar saja penegak hukum yang memprosesnya. Tapi yang jelas, kondisi anak-anak didik kami ini harus segera diselamatkan, apalagi sebentar lagi akan memasuki ujian semester,” katanya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *