Penurunan Level PPKM di Kota Tangerang Berimbas Positif Bagi Pedagang

oleh -
Seorang pedagang buah durian tengah melayani pembelinya di Jalan Daan Mogot, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari 4 ke 3 di Kota Tangerang, Banten, sedikit memberikan angin segar bagi para pedagang. Sebab, mereka dapat melakukan aktivitas jual-beli seperti sedia kala meskipun masih terbatas.

Salah satu pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Daan Mogot, Ali (56) mengatakan, penjualan produk buah durian yang ia jajakan saat ini sedikit mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan awal pandemi COVID-19 tahun lalu.

“Sekarang saya bisa jual 100 sampai 150 buah durian, tahun lalu itu dagangan saya tidak laku. Karena kegiatan orang kan terbatas, jadi pelanggan saya yang biasanya beli untuk dimakan atau dijual lagi ya hilang,” jelasnya kepada Redaksi24.com, Jumat (27/8/2021).

Menurut Ali, berbagai kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah juga mempengaruhi penjualannya. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga PPKM.

BACA JUGA: 12 Daerah di Jabar Masih Level 4, 15 Lainnya Terapkan PPKM Level 3

“Ya ngaruh, tapi itu kan keputusan pemerintah saya hanya pedagang kecil ya ikuti saja,” ujarnya.

Ali berharap, adanya penurunan level PPKM di kota dapat meningkatkan penjualannya. “Dahulu sebelum pandemi seperti sekarang saya bisa jual 200 lebih buah durian, dan sekarang saya cuma berharap saja pandemi ini cepat selesai supaya semuanya normal lagi,” katanya.

Senada yang disampaikan Reza (24), salah satu pekerja rumah makan di Danau Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Menurutnya, situasi saat ini sangat sulit bagi dirinya.

“Saya cuma kerja di sini, jadi kalau tutup ya saya libur dan kalau buka saya masuk kerja, pandemi gini kan susah buat semuanya termasuk tempat kerja saya,” ungkapnya.

Reza mengaku, ada pelonggaran terhadap aturan PPKM, yang membuat ia bisa melayani kembali pengunjung yang datang ke tempatnya bekerja.

“Tapi ya masih sepi banget, enggak kayak sebelum pandemi. Dahulu kan setiap akhir pekan itu ramai pengunjung, paling sekarang hanya itungan jari saja yang datang setiap harinya,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.