Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi Covid-19, Distanbun Lebak Optimalkan Produksi Pangan Lokal

  • Whatsapp
Jagung Produksi Pangan Lokal
Ilustrasi lahan pertanian.

LEBAK,  REDAKSI24.COM – Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 3 bulan terakhir  telah menyebabkan seluruh daerah di Indonesia  mengalami krisis kesehatan dan juga krisis ekonomi. Jika berlangsung dengan massa lebih lama lagi, Pandemi tersebut juga dikhawatirkan dapat menyebabkan krisis pangan. 

Hal tersebut  dikatakan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian (Distanbun) Lebak Rahmat Yuniar.  Untuk mengantisipasi  hal tersebut, pihaknya saat ini tengah menggandeng para petani di Kabupaten Lebak untuk mengoptimalkan produktifitas pangan lokal. 

Bacaan Lainnya

“Ditengah Pandemi Covid-19  ini produktifitas  pangan lokal diharapkan dapat menggantikan komoditas utama yaitu Padi.  Sehingga selain mengkonsumsi beras, kita juga bisa mengkonsumsi  non beras, seperti pangan atau buah buahan lokal, ” kata Rahmat kepada Redaksi24.com, Jumat (19/6/2020).

Rahmat mengatakan, Kabupaten Lebak yang terdiri dari 28 Kecamatan dengan kekayaan alamnya memiliki potensi produktivitas  pangan  lokal dengan berbagai  komoditas unggulan seperti Ubi-ubian, Jagung, Pisang, dan berbagai Komoditas lainnya. 

“Sesuai arahan Kementerian  Pertanian kita maksimalkan potensi tersebut.  Kita juga terus mengenjot kebutuhan pangan  pokok seperti beras, yang diperkirakan  akan surplus pada tahun ini, ” kata Rahmat. 

Pihaknya juga terus berkoordinasi  dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Ketahanan Pangan Lebak,  untuk memaksimalkan potensi pangan lokal, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah pangan lokal tersebut untuk menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi. 

“Selama ini petani di Lebak hanya menjual hasil tani mereka langsung ke daerah luar,  tanpa  diolah terlebih dahulu,  sehingga  nilai dari jualnya juga rendah.  Untuk itu kita terus berkoordinasi  dengan instansi terkait untuk mengedukasi para Petani agar dapat mengolah hasil tani mereka menjadi suatu produk bernilai jual tinggi, seperti olahan ubi-ubian menjadi kue dan lain-lainnya, ” tandasnya. 

Katanya, dalam Pengoptimalan pangan lokal tersebut diperlukannya integrasi seluruh pihak termasuk Petani itu sendiri,  untuk dapat mensosialisasikan  kepada masyarakat  agar mengkonsumsi pangan lokal khas daerahnya masing-masing.  

Tambahnya, Distanbun Lebak sendiri  memiliki berbagai program guna mensosialisasikan  pangan lokal,  diantaranya yakni melalui Festival Buah yang biasanya digelar di ujung akhir tahun.  

“Perlu disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda sehingga mereka gemar mengkonsumsi, bahkan berkontribusi mengoptimalkan  pangan lokal melalui ide-ide kreatif  mereka, dengan mengolah pangan lokal menjadi suatu produk yang menarik, ” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.