Penolakan Revisi UU KPK Terus Mengalir Di Kalangan Masyarakat Lebak

  • Whatsapp
Mahasiswa Lebak Saat berangkat demo ke Jakarta

LEBAK, REDAKSI24.COM – Penolakan revisi Undang-Undang KPK terus bergulir di Kalangan masyarakat. Tidak terkecuali dengan Komunitas Peduli Anti Korupsi (KOMPAK) Kabupaten Lebak, Banten.

Mereka menilai revisi tersebut, akan membelenggu ketangkasan KPK dalam memberantas korupsi di Tanah Air. “Apabila terdapat dewan pengawas, tentu ruang gerak KPK untuk memberantas korupsi sangat  terbatas. Bagaimana tidak jika penyelidikan dan penyadapan yang dilakukan KPK dibatasi,” kata Kordinator KAMPAK kabupaten Lebak Imam pada Redaksi24, Rabu (25/9/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut Imam, pemerintah seharusnya lebih berhati-hati dalam mengesahkan UU KPK. Karena selama ini persoalan pemberantasan korupsi telah menggantungkan kepada penyidik yang independent dan berintegritas seperti KPK.

Karena itu, katanya, KAMPAK bersama masyarakat Lebak dengan tegas menolak revisi UU KPK yang dinilai hanya memanjakan para Koruptor.

BACA JUGA:

Mahasiswa Lebak Gabung Dengan Mahasiswa Lainnya Di DPR-RI, Tolak Revisi UU KPK

Gelombang Aksi Mahasiswa Ke DPR-RI Semakin Besar

Penolakan itu tambah dia, tidak hanya berasal dari kalangan penggiat anti Korupsi, namun juga dilakukan oleh Mahasiswa. Bahkan sikap penolakan Mahasiawa kata dia, sangat kongkrit, yaitu melalukan demo ke gedung DPR-RI di Jakarta.

Adapun diantara Mahasiswa Lebak yang melakukan demo ke Jakarta, yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Mashiro. Mereka menuntut Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan kembali Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang) untuk diberlakukan kembali UU KPK yang lama. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.