Peniliti LIPI Menilai Pertanian Urban Jadi Solusi Masalah Pangan Masa Pandemi

  • Whatsapp
Peneilti Endang Tri Margawati menilai pertanian urban menjadi solusi masalah pangan di masa pandemi
Tanaman cabe milik warga RT 02 RW 07 Jalan Raya Pasar Minggu, Jatipadang, Jakarta Selatan yang ditanam di masa pandemi memanfaatkan ruang sempit di atas dak atap rumah, Senin.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Peneliti Bioteknologi Hewan Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Endang Tri Margawati menilia, pertanian urban bisa menjadi solusi masalah pangan semasa pandemi Covid-19.

Urban farming  atau pertanian urban itu justru kalau di saat pandemi ini sangat menguntungkan, karena kita tidak harus menyiapkan lahan yang besar,”ujar Endang dalam Webinar “Prof Talk: Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19” ,di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Kata dia, usaha pertanian urban, yang sudah muncul dan dikembangkan jauh hari sebelum muncul pandemi COVID-19, bisa ditingkatkan pada masa pandemi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga.

Endang kemudian mencontohkan usaha pertanian urban yang bisa dilakukan semasa pandemi.

BACA JUGA:Peneliti: Kondisi Pelaku Usaha Pertanian Semakin Parah Saat Pandemi

Antara lain, lanjut peniliti ini,  penanaman padi di pekarangan rumah, penanaman padi hidroponik, penanaman padi berumur pendek, dan pengintegrasian penanaman padi dengan pemeliharaan ikan.

Di samping itu, imbuh Endang, penyediaan sumber protein bisa dilakukan dengan memelihara ternak seperti ayam, itik, kambing, domba, sapi, dan kerbau sebagaimana yang sudah biasa dilakukan penduduk Indonesia yang tinggal di perdesaan.

Ketua Majelis Profesor Riset Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian, Tahlim Sudaryanto, mengatakan, pandemi Covid-19 membuat banyak orang semakin menyadari pentingnya upaya mendukung ketahanan pangan pada masa kini dan masa depan.

Pertanian urba, kata Profesor Riset Bidang Ekonomi Pertanian itu,juga  bisa menunjang upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,, termasuk ketika terjadi pandemi seperti sekarang.

Tahlim sangat mengapresiasi inisiatif-inisiatif di tingkat rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) dalam memanfaatkan ruang-ruang yang tersisa untuk mengembangkan pertanian urban.

“Tidak harus ada lahan, tetapi lorong-lorong gang biasanya di situ dikembangkan tanaman hidroponik, ada juga yang di rumah,” pungkasnya.(Jay De Menes/ANTARA)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.