Pengusaha Ngasih Hadiah Burung, Bupati Situbondo Lapor KPK

oleh -
KPK,Bupati,Situbondo,Hadiah Burung,Pengusaha,Perkutut
Bupati Karna Suswandi mendapat hadiah burung perkutut seharga Rp100 juta dari seorang pengusaha pada acara penyambutan dan doa bersama, di Pendopo Kabupaten Situbondo. Sabtu (27/2/2021). (Antara)

SITUBONDO, REDAKSI24.COM–Bupati Situbondo Karna Suwandi mendapat hadiah burung perkutut seharga Rp100 juta dari pengusaha setempat, dan akan melaporkan pemberian hadiah tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati Karna Suwandi menerima hadiah burung perkutut tersebut, pada saat acara penyambutan dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Situbondo. Sabtu (27/2/2021).

“Saya akan secepatnya lapor ke KPK. Jika hadiah burung itu harus diserahkan ke negara, ya kalau bisa hari ini juga saya kembalikan,” ujar Bupati Karna Suswandi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo Syaifullah menyebutkan bahwa pemberian hadiah burung perkutut itu di sela acara penyambutan dan doa bersama, dan tidak masuk dalam rangkaian acara atau diselipkan.

“Kalau saya tolak kan gak enak, nanti sakit hati. Ini aspirasi dari masyarakat. Pak Bupati, sesuai prosedur langsung melaporkan ke Kapolres Situbondo dan inspektorat, dan akan dilaporkan atau diserahkan ke KPK secepatnya,” katanya.

Kapolres Situbondo AKBP Ach Imam Rifai menyatakan mendukung langkah Bupati Karna Suswandi yang akan melapor ke KPK terkait dugaan gratifikasi berupa hadiah burung yang diberikan oleh pengusaha tersebut.

“Tadi kami sudah komunikasi dengan Pak Bupati, dan beliau akan mengambil proses pelaporan ke KPK, terkait boleh tidaknya hadiah itu (burung perkutut seharga Rp100 juta) diterima,” kata Kapolres Imam Rifai.

Kapolres melanjutkan, “karena itu proses pelaporan ke KPK, nantinya dilakukan penilaian dan kemudian diputuskan oleh KPK. Apakah nantinya diberikan kepada penerima (Bupati), atau kah kalau memang ada indikasi (gratifikasi) kemungkinan disita oleh negara,” imbuhnya.

Praktisi hukum asal Situbondo Narwiyoto menilai pemberian burung perkutut seharga Rp100 juta dari seorang pengusaha itu masuk dalam kategori gratifikasi.

“Sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 12 huruf a dan b, Pasal 12B ayat (1) huruf a dan b, dan Pasal 12C ayat (1, 2, 3 dan 4),” katanya pula.

Ia menyebutkan, gratifikasi lebih dari Rp10 juta bisa dilaporkan ke KPK dalam tempo 30 hari ke depan.

Sedangkan hadiah burung perkutut peliharaan yang diterima Bupati Karna Suswandi, harganya disebut mencapai sekitar Rp100 juta.

“Gratifikasi adalah pemberian barang dan jasa kepada pegawai negeri atau yang menerima gaji dari negara (penyelenggara negara), termasuk bupati,” ujarnya.

Menurut dia, pemberi hadiah burung perkutut dari pengusaha bisa jadi tidak tahu atau tidak menyadari bahwa tindakannya itu melawan hukum.

“Karena adat ketimuran masih sangat kental di Situbondo, dengan memberi hadiah sebagai ungkapan suka cita. Ketika ada teman yang berhasil, kita akan memberikan hadiah sebagai ungkapan rasa senang dan bangga, tapi juga perlu diingat Pak Karna Suswandi sejak kemarin sudah dilantik sebagai pejabat,” ungkapnya. (Masuki M Astro/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.