Pengunjung Kota Tua Capai Jumlah Tertinggi di Hari Kedua Libur Panjang

  • Whatsapp
pengunjung obyek wisata kota tua pada jumat tercatat 2.412 orang melonjak dibanding hari pertama
Suasana saat para wisatawan lokal menikmati libur panjang di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, namun masih terlihat sejumlah pengunjung mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak mengenakan masker, Jumat (30/10/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Pengunjung obyek wisata Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat mencapai 2.412 orang pada Jumat (30/10), melonjak lebih tinggi dibanding hari pertama libur panjang cuti bersama di penghujung Oktober ini.

“Pada Jumat ini, tercatat  2.412 wisatawan yang mengunjung Kota Tua. Angka tadi melonjak tajam  dari hari pertama cuti bersama yang hanya mencapai 251 pengunjung,” ujar Kepala UPK Unit Pengelola Kawasan (UPK)  Kota Tua, di Jakarta, Jumat malam.

Bacaan Lainnya

Deddy merinci pada Selasa (27/10) pengunjung kawasan wisata ini  hanya mencapai 251 pengunjung. Angka itu terus naik Rabu (28/10) mencapai 564 pengunjung.

Jumlah kunjungan sempat sedikit menurun pada Kamis (29/10) yakni mencapai 506. Namun, pada Jumat (30/10) jumlahnya melonjak tinggi menjadi 2.412 orang.

Selain itu, lanjut Deddy,  tercatat sebanyak 1.381 wisatawan mengunjungi obyek wisata kawasan Pecinan, Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat. Sisanya 1.031 memilih mengunjungi obyek  wisata Kota Intan.

“Saat terjadi lonjakan pada Jumat ini, seluruh pengunjung merupakan turis lokal,”jelasnya..

Kata Deddy, selama Oktober 2020,angka  kunjungan pada Jumat tersebut jumlah kunjungan tertinggi Kota Tua selama PSBB.

Dia pun memastikan pengunjung mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketika berwisata ke kawasan itu. Kendati demikian pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP DKI Jakarta Barat tetap  menyasar para yang tidak tertib prokes.

Sementar itu Kasatpol PP DKI Jakarta Tamo Sijabat menyatakan, kegiatan tertib masker berfokus di obyek wisata Kota Tua selama masa libur panjang.

“Selama cuti bersama ini, kegiatan tertib masker fokus di kawasan wisata tersebut. Seluruh tim kami fokus di obyek wisata itu,” jelas Tamo tanpa merinci jumlah pelanggar prokes di lokasi itu dengan alasan masih pendataan.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.