Penggiat Anti Korupsi Minta Kejaksaan Tangani Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Stimulan COVID-19 di Salah Satu BUMD Kabupaten Tangerang

oleh -
Penggiat Anti Korupsi Minta Kejaksaan Tangani Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Stimulan COVID-19 di Salah Satu BUMD Kabupaten Tangerang
Ilustrasi/Net.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Penggiat anti korupsi Ade Irawan menyoroti kasus dugaan penyelewengan dana stimulan COVID-19 sebesar Rp.2,7 miliar di PT. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Artha Kerta Raharja (AKR), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tangerang. Pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Visi Integritas pun meminta Kejaksaan untuk menyelidiki kasusnya untuk bisa mengungkap kebenaran kasus korupsi tersebut.

“Informasi awal dari media massa ini saya pikir cukup bagi aparat kejaksaan untuk mulai menyelidiki kebenaran kasus dugaan penyelewengan dana stimulan COVID-19 di salah satu BUMD Kabupaten Tangerang dan sekaligus mengungkap siapa saja yang terlibat di dalamnya,” jelas mantan Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) ini.

BACA JUGA: Duh, Diduga Oknum Pejabat BUMD di Kabupaten Tangerang Selewengkan Dana Stimulan COVID-19 Senilai Rp2,7 M  

Ade pun mengaku dirinya sangat prihatin jika benar-benar kasus ini terbukti. Pasalnya menurut Ade dana dana stimulan COVID-19 sebesar Rp.2,7 miliar yang dikeluarkan Pemkab Tangerang tersebut untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 berupa pengurangan (relaksasi) bunga bagi nasabah LKM AKR.

BACA JUGA: Pempov Banten Kembali Suntik Modal BUMD Agribisnis Rp20 Miliar

“Jika benar-benar terbukti ini sangat memprihatinkan pasalnya yang dikorupsi adalah uang bagi masyarakat yang tengah mengalami krisis akibat adanya pandemi COVID-19. Dan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya layak mendapatkan hukuman berat,” tegas Ade.

BACA JUGA: Penyerapan PEN untuk UMKM Masih Sedikit, BUMN Diminta Tetap Fokus Membina UMKM

Sebelumnya sejumlah nasabah LKM AKR mempertanyakan program dana stimulan COVID-19. Dana sebesar Rp 2,7 miliar yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Tangerang di akhir tahun 2020 berupa pengurangan (relaksasi) bunga.  Pasalnya Walau namanya ada dalam daftar laporan penerima subsidi bunga namun banyak nasabah yang mengaku tidak pernah menerima dan diberikan informasi terkait adanya program bantuan pengurangan bunga sebagai bantuan untuk penanganan dampak COVID-19.(Ade/Hendra)

No More Posts Available.

No more pages to load.