Pengembangan Kawasan Geopark di Lebak Dipercepat

oleh -
CINDERAMATA : Bupati Lebak Iti Iti Octavia Jayabaya memberikan cinderamata kepada Tim Percepatan Pengembangan Geopark Kementerian Pariwisata, Yunus kusumabrata berupa miniatur rumah adat Suku Baduy usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Multatuli, Setda Lebak, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, Rabu (15/5/19). Foto : Deddy Sofyan.

LEBAK,R24—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memacu pengembangan wisata geopark di Indonesia termasuk Geopark Bayah Dome di Kabupaten Lebak, Banten.  Pasalnya, geopark dinilai memiliki keekonomian yang dapat dijual sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Tim Percepatan Pengembangan Geopark Kementerian Pariwisata, Yunus kusumabrata menjelaskan Kabupaten Lebak sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan geopark. Pasalnya  selain memiliki potensi tinggi untuk dijadikan kawasan geopark, Kabupaten Lebak juga mempunyai banyak potensi lokal diantaranya potensi alam hayati, budaya.

Kami sangat optimis kawasan Geopark Bayah Dome bisa terwujud dan berkembang baik,” ujar  Yunus dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Multatuli, Setda Lebak, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, Rabu (15/5/19).

Namun begitu Yunus mengatakan,  pengembangan pariwisata geopark ini akan mudah diwujudkan bila melibatkan seluruh stakeholder  (pemangku kepentingan) dari mulai perencanaan sampai dengan pelaksanaan.

 “Geopark ini sangat berpotensi meningkatkan devisa negara, jadi kita harus mengedukasi masyarakat agar lebih siap dan menjadi lebih baik, disiplin, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak, sehingga bangga akan warisan keanekaragaman alam dan budaya,” ujarnya.

Yunus menambahkan tujuan utama pengembangan kawasan geopark  ini untuk memuliakam bumi agar rakyat sejahtera melalui kegiatan  konservatif, edukatif dan ekonomi kreatif.  Karena geopark sebagai manajemen kawasan merupakan instrument handal untuk menjaga dan melawan kerusakan lingkungan selain dapat menyejahterakan rakyat dan mengurangi kemiskinan. Geopark juga merupakan sarana  merubah perilaku manusia menjadi lebih baik.

“Indonesia membangun destinasi wisata Geopark tematis berkualitas Internasional di tahun 2019 sehingga diharapkan mampu mendatangkan 1,2 Juta Wisatawan mancanegara dan 17 Juta Wisatawan Domestik,” jelas Yunus.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku, dirinya optimis untuk menjadikan Lebak sebagai daerah tujuan wisata nasional. Menurut Iti,  potensi alam serta geopark di Kabupaten Lebak tidak kalah menariknya dengan geopark yang ada di dunia.

 “Potensinya ada semua, inilah yang menjadikan kita optimis untuk menjadikan Kabupaten Lebak menjadi kawasan geopark.  Sebetulnya mungkin ini adalah ide gila saya dan pak wakil, tetapi mimpi dan harapan harus setinggi mungkin agar dengan mimpi itu kiita bisa bersinergis dan agar masyarakat juga bisa ikut tergerak untuk ikut membangunnya,” kata Iti. Bupati juga mengatakan, untuk mewujudkan Geopark Bayah dome masih banyak tahapannya, namun dirinya mengaku bahwa Geopark Bayah dome ini sudah dimasukkan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah lima tahun kedepan. (gel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *