Pengelola Wisata di Pandeglang Dilarang Gelar Acara Tahun Baru

oleh -
Pantai menjadi salah satu objek wisata paling diminati masyarakat di Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Bupati Pandeglang, Irna Narulita tidak berani mengambil sikap untuk membuka atau menutup objek wisata menjelang libur Natal dan tahun baru 2021 di tengah pandemi Covid-19.

Namun Irna menyarankan setiap pengelola wisata menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara maksimal. Dia juga mengingatkan pengelola wisata untuk tidak menggelar acara.

“Kalau destinasi wisata tutup, kasihan juga masyarakat. Jadi destinasi wisata tidak kami tutup, tapi ada batasannya seperti jumlah pengunjung dan penerapan prokes dimaksimalkan,” ungkap Irna, Rabu (22/21/2020).

Irna melarang pengelola wisata dan hotel untuk menggelar acara yang bisa menimbulkan kerumunan. Hal itu untuk menghindari munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di Pandeglang.

“Wisatawan jika ingin liburan di Pandeglang silahkan saja, tapi tidak boleh membuat keramaian baru. Semoga mereka memahami kondisi ini (pandemi covid-19), yang penting roda perekonomian bergerak,” katanya.

BACA JUGA: Wah, Peresmian Huntap di Labuan Pandeglang Abaikan Protokol Kesehatan Covid-19

Irna juga mengaku dalam hal ini tidak berani mengambil sikap sendiri, namun pihaknya juga telah berkoordinasi dengan semua jajaran Forkopimda Pandeglang. “Pada intinya objek wisata tidak ditutup pada libur Nataru, namun yang penting ada batasan dan tidak boleh ada event (acara),” ujarnya.

Senada dikatakan Kapolres Pandeglang, AKBP Haman Wahyudi. Pihaknya menghimbau para pengelola wisata untuk tidak menggelar acara yang menimbulkan kerumunan pada libur Nataru, karena saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Untuk libur Nataru kali ini para pengelola wisata tidak diperkenankan untuk mengadakan acara apapun. Seperti perayaan tahun baru yang menimbulkan kerumunan, tapi jika masyarakat ingin pulang kampung karena libur, itu silahkan, namun prokes harus tetap dijalankan,” tegasnya. (Samsul Fathoni/Difa)