Pengelola Kebun Buah Naga Didesak Penuhi Tuntutan Warga Baros Serang

  • Whatsapp
perkebunan buah naga
Warga Baros dan kuasa hukum PT AFM menggelar dialog dengan dimediasi Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Jumat (6/3/2020).

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM –  Warga Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Kesatuan Pemuda (FSKP) mengancam akan menutup permanen perkebunan buah naga jika PT Agro Fruit Mandiri (AFM) selaku pengelolanya tidak mengabulkan tuntutan warga.

Tuntutan warga yaitu perusahaan harus melakukan pemulihaan dan ganti rugi atas kerusakan yang dialami warga Citaman. PT AFM juga diminta melakukan perbaikan Amdal perkebunan buah naga agar tidak lagi terjadi banjir di Citaman.

Bacaan Lainnya

“PT AFM juga harus menjaga dan menormalisasi Sungai Citaman,” ungkap Ketua FSKP, Ajiji saat menggelar audiensi dengan Komisi 1 DPRD Kabupaten Serang, Jumat (6/3/2020).

Ajiji menyebut, warga memberikan waktu 1 bulan kepada pengelola perkebunan buah naga untuk menjalani tuntutan tersebut. “Tanggal 4 April 2020 batas akhir PT AFM untuk merealisasikan tuntutan warga. Jika tidak kami akan menutup paksa perkebunan buah naga,” katanya.

Sementara kuasa hukum PT AFM, Ahmad Firman mengaku akan mengkaji persoalan yang terjadi di sekitar perkebunan. Dia juga menyebut akan mengkaji kembali tuntutan warga agar mendapatkan solusi.

“Kami harus koordinasi dengan perusahaan, kami mau cari solusi kemudian baru menyelesaikannya,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Dituding Jadi Pemicu Banjir, Warga Baros Serang Ancam Tutup Paksa PT AFM

. Dituding Pemicu Banjir, Dewan Sidak Perkebunan Buah Naga PT AFM

Sejatinya, Firman mengakui, keberadaan perusahaan bisa memberikan manfaat bagi warga. Karena itu, pihaknya akan mencatat apa yang menjadi tuntutan warga. “Saya belum lihat ke lokasi apa yang menjadi tuntutan warga, kami akan benahi apa yang harus di benahi,” sambungnya.

Menurut Firman, pihaknya akan melihat sebab akibat dari beberapam persoalan yang terjadi di  lingkungan warga. Bila permasalahan tersebut benar terjadi akibat dampak dari pengelolaan perkebunan buah naga, Firman menyatakn, PT AFM akan bertanggungjawab.

Sedangkan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Aef Saefullah berharap, PT AFM merealisasikan tuntutan warga, terutama pembenahan saluran irigasi yang melewati lingkungan warga.

“Kami ingin perusahaan ikut membantu merevitalisasi sejumlah persoalan, terutama saluran irigasi,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.