Pengedar Obat Keras Ilegal Dibekuk Satres Narkoba Polres Lebak, Barang Bukti Ribuan Butir Hexymer dan Tramadol

  • Whatsapp
Obat Keras daftar G
Barang bukti yang diamankan Satnarkoba Polres Lebak dari G pengedar obat keras ilegal di Lebak.

LEBAK, REDAKSI24.COM–Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Lebak berhasil menggagalkan transaksi ilegal ribuan butir obat golongan G yang terdiri Hexymer dan Tramadol. Dalam pengungkapan tersebut polisi dengan menangkap sang pengedar yakni AG (28) warga Provinsi Aceh. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, AG diamankan pihak kepolisian di sebuah warung di pinggir jalan raya Pandeglang, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak pada Sabtu (18/7/2020) lalu.

Bacaan Lainnya

Kasat Resnarkoba Polres Lebak AKP Asep Jamal membenarkan adanya penangkapan tersebut. Katanya, penangkapan AG yang diketahui merupakan seorang pengedar obat golongan G ilegal di Kabupaten Lebak ini, bermula ketika laporan dari masyarakat mengenai maraknya peredaran obat-obatan yang termasuk ke dalam obat keras.

“Berhasil kita amankan, tersangka saat ini sudah ada di Mapolres Lebak. Dan sedang kita lakukan pengembangan,” kata Kasat ketika dikonfirmasi oleh Redaksi24.com melalui telepon selulernya, Selasa (21/7/2020).

BACA JUGA: Granat Yang Ditemukan Warga di Tengah Sawah Dalam Penyelidikan Polres Lebak

Adapun kronologis dari penangkapan tersebut, Kasat mengungkapkan, AG diamankan ketika sedang menunggu clientnya untuk melakukan transaksi jual beli obat-obatan tersebut. Pihak kepolisian yang sedang melakukan patroli melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari AG , dan langsung melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti berupa beberapa bungkus obat-obatan yang diduga akan ia jual kepada client dan uang tunai senilai Rp200 ribu. 

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan AG yang  tidak jauh dari warung, dan berhasil menemukan barang bukti berupa 5000 butir obat merk Hexymer, 550 butir obat merk Tramadol hci.

BACA JUGA: Wacana Pemkab Lebak Tambah Luas Zona Industri Harus Berpihak Pada Masyarakat Kecil

Kata Kasat, berdasarkan pengakuan tersangka, AG telah mengedarkan obat-obatan tidak memiliki izin edar selama beberapa bulan terakhir.

“AG merupakan seorang pendatang yang sengaja mengedarkan obat-obatan tersebut di Lebak. Berdasarkan pengakuannya, AG mendapatkan barang-barang itu dari pengedar di Jakarta,” tuturnya.

Akibat perbuatannya AG terancam terjerat pasal Para pelaku dijerat pasal 196, 197, dan 198 UU RI nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun penjara.(Yusuf/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.