Pengangguran Membludak, Pemprov Banten Dinilai Minim Inovasi

oleh -
blk
Pemkab Serang, Banten, memiliki program bursa kerja,khusus (BKK) untuk menekan angka pengangguran.

SERANG, REDAKSI24.COM – Salah satu factor tingginya angka pengangguran terbuka di Provinsi Banten karena minimnya program inovasi yang dilakukan Pemprov Banten kepada seluruh Kabupaten/Kota.

Program inovasi tersebut seperti penguatan kerjasama antara sekolah vokasi di tingkat SMA/SMK dengan dunia industri. Terlebih kewenangan jenjang pendidikan tingkat SMA/SMK ada di Pemprov Banten, begitu pula dengan pengawasan ketenagakerjaan.

“Pemda tidak punya kewenangan ke arah sana, makanya kami tidak bisa berbuat banyak. Seharusnya Pemprov lebih banyak berkordinasi dan memberikan program kepada Pemkab/Pemkot untuk menekan angka pengangguran lulusan SMA/SMK,” ungkap Sekda Kabupaten Serang, Entus Mahmud, Jumat (8/11/2019).

BACA JUGA:

. Gubernur Banten Diminta Fokus Atasi Pengangguran

. Wakil Ketua DPRD Banten Sebut Kadisnakertrans tak Becus Kerja

. Job Fair 2019 Dibuka, Angka Pengangguran di Banten Tertinggi Nasional

Kepala Bidang (Kabid) Bina Penempatan Kerja (Binapenta) Disnakertrans Kabupaten Serang, Ugun Gurmilang menambahkan, untuk menekan angka pengangguran tingkat SMA dan SMK, Disnakertrans Kabupaten Serang punya program Bursa Kerja Khusus (BKK).

Melalui program tersebut, telah tersalurkan sekira 11.700 tenaga kerja. “Semua by name dan by addres. Berdasarkan hasil BKK, perekrutan tenaga kerja melalui Disnakertrans Kabupaten Serang, dan laporan sejumlah perusahaan,” ujarnya.

Menurut tingkat pendidikan, pengangguran di Banten didominasi lulusan SMA sebanyak 31,73 persen, lulusan SMK 23,51 persen, SD ke bawah 18,50 persen, SMP 16,36 persen, universitas 7,03 persen, dan diploma 2,88 persen.

Pengangguran terbuka di Provinsi Banten secara persentasi menempati urutan tertinggi se-Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang rilis Agustus 2019. Tercatat, pengangguran terbanyak secara jenjang pendidikan adalah SMA dan SMK yang saat ini dikelola Pemprov Banten.

Secara terperinci data BPS per Agustus 2019, angkatan kerja di Banten sebanyak 6,05 juta jiwa dan yang terserap lapangan pekerjaan sebanyak 5,56 juta. Sementara pengangguran sebanyak 491 ribu atau secara persentase, tingkat pengangguran terbuka Provinsi Banten sebesar 8,11 persen. Jauh dari angka angka pengangguran nasional yang tercatat sebesar 5,28 persen.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mangaku, sudah melakukan berbagai program inovatif seperti link and match antara SMK dengan dunia industri, BKK dan juga rencana penambahan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Saya sering mengatakan, Pemprov sudah melakukan berbagai inovasi dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Angka kemiskinan berhasil ditekan dengan berbagai program terpadu, namun angka pengangguran versi BPS masih tinggi,” katanya.

Kalau melihat dua data itu, menjurut Andika, pihaknya mempertanyakan metodologi yang dilakukan BPS dalam melakukan survey terhadap angka pengangguran. “Karena itu kami akan melakukan koordinasi dengan BPS terkait metodologi hasil rilis angka pengangguran,” ungkapnya. (Luthfi/difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *