Pengamat: TNI Bisa Terapkan Operasi Militer Selain Perang Dalam Melawan Covid-19

  • Whatsapp
Susaningtyas mengatakan TNI dapat menerapkan OMSP dalam melawan Covid-19
Pengamat Inteljen dari Universitas Pertahanan, Susaningtyas, di Jakarta, Minggu, mengatakan, TNI dapat menerapkankan Operasi Militer Selain Perang dalam menghadapi pandemi Covid-19

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Pengamat inteljen dari Universitas Pertahanan (Unhan), Susaningtyas Kertopati, mengatakan, TNI (Tentara Nasional Indonesia ) diharapkan bisa menerapkan kemampuan operasi militer selain perang (OMSP) dalam merespon situasi pandemi Covid-19.

Susaningtyas, menilai  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 TNI pada 5 Oktober 2020 ini dapat dikatakan menjadi yang paling unik. Pasalnya saat ini kondisi Indonesia masih terus berperang serat berjuang melawan pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Kata dia, TNI bersama kementerian, lembaga pemerintahan serta seluruh komponen bangsa, sejak awal pandemi  bahu-membahu memutus mata rantai penularan hingga menangani korban dan pasien yang terpapar virus Corona.

Oleh sebab itu, menurut Susaningtyas, TNI diharapkan merespon bencana nonalam ini secara terukur dan sistematis. “Pengalaman TNI selama beberapa tahun terakhir menghadapi bencana alam kini diproyeksikan menghadapi bencana non alam,” ujar Susaningtyas dalam ketarangan pers, di Jakarta, Minggu.

BACA JUGA:Kasad: TNI AD Dukung Segala Inovasi Penanganan Pandemi Covid-19

Dijelaskan, kemampuan TNI dalam OMSP memang menjadi perhatian ketika menghadapi bencana pandemi ini. Jika ditinjau dari perspektif sistem pertahanan negara, menerapkan OMSP dalam melawan Covid-19 juga  dalam konteks menghadapi ancaman senjata biologis.

“Dengan parameter dan indikator yang sama, maka kemampuan  menghadapi ancaman senjata biologis pada gilirannya juga bisa diimplementasikan untuk menghadapi senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction) lainnya. Ancaman senjata nuklir, senjata kimia dan senjata radiasi juga memiliki skala tinggi untuk dideteksi dan ditangkal,” jelas Nuning, sapaan pengamat ini.

Harapan lain dari bertambahnya usia ini adalah meningkatnya kemampuan dan persenjataan untuk menghadapi Chemical, Biology, Radiation and Nuclear (CBRN). “Wabah Covid-19 merupakan ancaman nirmiliter yang berbeda dengan ancaman militer dan ancaman nonmiliter,”tutur Susaningtyas.

Melihat semakin luasnya ancaman, dalam kurun waktu ke depan, TNI membutuhkan peningkatan kualitas SDM sebagai bagian modernisasi alat utama sistem persenjataan. “Sehingga dibutuhkan kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang handal,” pungkasnya. (Agung/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.