Pengamat: Pelajar dan Ortu di Kota Tangerang Menginginkan  PTM

oleh -
Ilustrasi: pelajar di Kota Tangerang ingin PTM.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM -Pengamat Pendidikan Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Kota Tangerang, Eny Suhaeni menilai, pelaksanaan pembelajaraan via daring atau online di kota ini tidak berjalan efektif.

Hal itu terlihat dari survei yang dilakukan pihaknya. “Dari survei yang dilakukan mahasiswa saya, itu rata-rata pengaruh pembelajaran daring terhadap prestasi belajar, pengaruh belajar dan minat belajar kurang,” kata Eny saat dihubungi Redaksi24.com, Senin (23/8/2021).

Eny mengatakan, 60 sampai 70 persen pelajar di kota Tangerang, lebih memilih dan menyenangi proses pembelajaran face to face atau tatap muka. Bahkan tidak hanya para pelajar, para orangtua murid juga menginginkan pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan kembali.

“Jadi hanya sekitar 41 persen itu yang mengatakan efektif dan itu hanya di kota-kota besar yang mungkin, terbiasa menggunakan jejaring. Sebagian besar lagi yang 60 sampai 70 persen menginginkan face to face, dengan berbagai alasan,” ujarnya.

BACA JUGA: PTM di Kota Tangerang Tunggu Instruksi Pemerintah Pusat

Menurut Eny, kebanyakan masyarakat atau orangtua murid yang terbiasa dengan pekerjaan atau pembelajaran via online, juga tidak dapat mendukung  pembelajaran anaknya. “Jadinya emak-emaknya yang sekolah, gitu kan,” katanya.

Eny menambahkan, persoalan lainnya yang menyebabkan pembelajaran via online itu tidak efektif adalah, tingkat kemampuan masyarakat terhadap mengendalikan atau mempergunakan teknologi.

“Lalu tidak bisa yang namanya teknologi atau hal-hal yang bersifat psikologis dan psikososial, digantikan dengan teknologi. Misalnya, pada saat anak-anak belajar itu melihat gurunya menjelaskan mata pelajaran melalui tatap muka, itu lebih kena ke anak-anak,” ungkapnya.

“Secara psikologis itu berbeda dengan teknologi yang dihadapi, kaku dan lama-lama membosankan. Apalagi anak-anak milenial itu kan cepat bosan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, lanjut Eny, pihaknya juga melakukan riset mengenai pembelajaran via online yang disukai pelajar dan menarik minat pelajar.

“Ternyata teknologi pembelajaran menggunakan media sosial yang bersifat hiburan sangat diminati anak-anak, padahal selama ini aplikasi itu adalah aplikasi yang digunakan untuk hiburan,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.