Pengamat: Maraknya Manusia Silver di Tangsel Bukti Ketidakmampuan Pemerintah Atasi Kemiskinan

oleh -
Manusia silver yang terjaring oleh Petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan.

KOTA TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM– Maraknya gembel dan pengemis (Gepeng) dengan modus melumuri dirinya menggunakan cat silver di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mendapat sorotan dari beberapa pengamat.

Mereka menilai, itu terjadi karena ketidak mampuan pemerintah setempat (Pemda Kota Tangerang Selatan) dalam mengentaskan kemiskinan atau menyediakan lapangan kerja bagi masyarakatnya.

Seperti yang dikatakan oleh Bhima Yudhistira, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Ia menjelaskan fenomena maraknya gepeng atau manusia silver di Kota Tangsel, menunjukkan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut dalam level memprihatinkan, sehingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

“Secara nasional, diperkirakan persentase penduduk miskin naik menjadi 10.5-11% pada tahun 2021. Itu belum termasuk 19 juta pekerja yang terdampak pandemi COVID-19,” papar Bhima. 

BACA JUGA: Manusia Silver Eksploitasi Anak Dibawah Umur Marak di Tangsel

Kondisi ini, lanjutnya, tentu berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat, sehingga banyak diantara mereka, termasuk warga Kota Tangsel yang jatuh miskin karena kehilangan pekerjaan.

Ironisnya lagi, tambah dia, bantuan dari pemerintah tidak merata dan relatif tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga terpaksa mereka turun ke jalan-jalan  menjadi pengemis atau manusia silver.

BACA JUGA: Manusia Silver Mangku Bayi Silver Minta-Minta Uang di Tangsel Viral

Senada pula dengan Mirza Shahreza, Pengamat Sosial dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Ia  berpendapat, maraknya gepeng atau manusia silver harus cepat diatasi oleh pemerintah setempat. “Ini salah satu bentuk manipulasi sosial yang harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” ujar Mirza. 

BACA JUGA: Enam Manusia Silver Diamankan Dinsos dan Satpol PP Tangsel

Lebih jauh Mirza menjelaskan, keberadaan manusia silver merupakan bentuk fenomena sosial yang berjejaring. Dalam menjalankan aktivitasnya, tambah dia, mereka bersembunyi dibalik rasa iba masyarakat dan menganggap hal tersebut lebih baik daripada mengemis. 

“Ini memang motif ekonomi untuk mencari pendapatan. Jadi ini adalah tugas pemerintah untuk melakukan pembinaan atau memberikan lapangan pekerjaan,” ujarnya. 

Pemerintah Kota Tangsel, kata dia, harus menyikapi permasalahan tersebut dengan baik dan sesegera mungkin. Bila tidak, tentu gepeng dan manusia silver di Kota Tangsel makin marak dan sulit diatasi, meski sering dirazia.

“Harapan saya, pemkot Tangsel cepat mengatasi permasalahan tersebut. Karena ini menyangkut nama baik sebuah daerah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kominfo Kota Tangsel, Irvan saat dikonfirmasi Redaksi24.com terkait masalah tersebut melalui WhatsApp-nya hanya dibaca dan tidak merespon pertanyaan tersebut. (RM2/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.