Pengamat: Golkar Akan Kehilangan Momentum Bila Paksakan Airlangga Hartarto Sebagai Capres

oleh -
Iklan Politik Airlangga Hartarto (Ist).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pengamat Politik Universitas Esa Unggul, Jamiludin Ritonga menyarankan Partai Golongan Karya (Golkar) untuk mencari sosok internal yang bisa ditawarkan ke publik, sebagai Calon Presiden (Capres) dari partai berlambang pohon beringin itu.

Hal itu terjadi, karena iklan politik Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dinilai tidak membuahkan hasil. Terlihat dari elektabilitas Airlangga yang hanya 0,8 persen berdasarkan data Voxpol Center, dan 0,2 persen berdasarkan data Indikator Politik Indonesia.

“Solusinya Golkar perlu mencari sosok lain di internal untuk bisa ditawarkan ke publik sebagai Capres Golkar, melalui survei internal yang kredibel. Bukan memaksakan Airlangga,” jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi24.com, Sabtu (22/1/2022).

Jamiludin mengatakan survei untuk mengusung kader internal Partai Golkar sebagai Capres nanti, harus dilakukan oleh lembaga profesional yang tidak memihak siapapun. “Menurut saya, itu cara yang paling elegan untuk konflik-konflik internal,” ujarnya.

BACA JUGA: HUT Golkar Dihadiri Para Politisi Senior, Airlangga Klaim Bukti Partainya Solid

Jamiludin mengungkapkan Airlangga sosok yang tak laku dijual, dan bisa berdampak pada hilangnya momentum Golkar untuk memenangkan Pemilu 2024. Sebab, sejumlah jabatan strategis yang disandang di pemerintahan saat ini, ditambah dengan upaya branding lewat billboard senilai Rp243,15 Milliar, terbukti tak mendongkrak elektabilitas.

“Logikanya dengan jabatan seabreg (banyak), seharusnya elektabilitasnya sudah meroket. Karena itu menurut saya Golkar akan kehilangan momentum, kalau tetap memaksakan Airlangga sebagai Capresnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menambahkan elektabilitas Airlangga bisa naik jika kader Golkar bekerja secara kolektif dan berjalan dengan baik. 

“Saya rasa kerja kolektifnya belum jalan. kader Golkar masih mementingkan Pileg mereka, dibandingkan Pilpres. Orang-orang Golkar masih berpikirnya, ngamanin nasib sendiri aja di Pileg. Urusan Airlangga urusan sendiri lah, kira-kira begitu. Ini yang membuat elektabilitas Airlangga nggak terkatrol, nggak naik,” pungkasnya. (Candra/Aan).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.