Pengamat: Aplikasi Yang Dibuat Pemkot Tangsel Banyak Tapi Kurang Bermanfaat

oleh -
Pengamat: Aplikasi Yang Dibuat Pemkot Tangsel Banyak Tapi Kurang Bermanfaat
Ilustrasi/Istimewa.

TANGSEL,REDAKSI24.COM – Pengamat Kebijakan Publik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Djaka Badranaya mengungkapkan, peluang Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mewujudkan Kota pintar (Smart City) sangat besar. Terlebih menurut Djaka untuk mengimplementasikannya, Kota Tangsel sangat diuntungkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat relatif tinggi, akses informasi dari pemerintah pusat cukup cepat dan di level suplainya provider aplikasi pun banyak.

Djaka menilai dalam mewujudkan smart city tersebut, Pemkot Tangsel telah banyak membuat aplikasi. Terlebih pemerintah pusat pun telah banyak memberikan ruang dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kominfo No. 8/2019 yang memberikan kesempatan daerah untuk bisa berinovasi dengan leluasa yang ditambah dengan Perpres Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Perpres Satu Data Indonesia.

BACA JUGA: Juni 2021, PPDB SMP Negeri di Tangsel Dibuka Secara Online

Namun sayangnya menurut Djaka, pembuatan aplikasi yang dilakukan Pemkot Tangsel tersebut terkesan hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Hal tersebut terlihat dari banyaknya aplikasi yang kurang bermanfaat bagi masyarakat.

“Aplikasinya banyak, tapi kurang bermanfaat,” ujarnya sambil tersenyum.

BACA JUGA: Menteri Perindustrian Dukung Akselerasi Kemampuan Digital Apple Developer Academy BSD City

Untuk itu menurut Djaka Pemkot Tangsel harus lebih selektif dalam membuat aplikasi. Karena menurut Djaka, bahwa  konsep smart city itu bukan hanya mengenai teknologi tetapi upaya-upaya inovatif dalam mengubah ekosistem kota.

“Mungkin Pemkot Tangsel sendiri sudah banyak membuat aplikasi namun tidak berlaku. Jadi aplikasi tapi tidak berlaku,” pungkasnya. (Danang/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.