Pengadilan Tipikor Vonis Adik Mantan Gubernur Banten 4 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Pengadilan Tipikor Jakarta

JAKARTA, REDAKSI24.COM -– Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis terhadap sdik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, dengan hukuman 4 tahun penjara dalam perkara korupsi pengadaan aalat kesehatan (alkes) di Banten dan Tangerang.

Vonis tersebut juga ditambah denda Rp 200 juta subside 6 bulan kurungan ditambah  kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp58,025 miliar karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan di Banten dan Tangerang Selatan.

Bacaan Lainnya

Namun Wawan dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang pada periode 2005-2012 yang merupakan dakwaan kedua dan ketiga.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakuka tipikor bersama-sama sebagaimana dakwaan kesatu alternatif kedua. Menyatakan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dakwaan kumulatif kedua dan ketiga,”ujar Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/07/2020).

BACA JUGA: Menelisik Modus Dugaan Cuci Uang Ala Tubagus Chaeri Wardana

Dengan demikian Majelis Hakim secara bulat menyatakan Wawan terbebas dari dua dakwaan pencucian uang dengan nilai total sekitar Rp1,9 triliun.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp58,025 miliar dengan ketentuan apabila tidak dapat membayar uang pengganti harta bendanya akan disita untuk membayar uang pengganti, apabila harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun,”kata Sudani.

Majelis Hakim juga memerintahkan terdakwa ditahan setelah selesai menjalani pidana dalam perkara lain.

Wawan hingga kini masih menjalani hukuman penjara atas perkara suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar di lapas Sukamiskin. Terpidana  baru akan menjalani hukuman tersebut tersebut setelah selesai menjalani pidana perkara sebelumnya.

“Menetapkan barang bukti terkait dengan dakwaan kedua dan ketiga dikembalikan dari mana barang bukti tersebut diperoleh,”ujar hakim Sudani lagi.

Selain itu, Wawan juga diduga mendapat keuntungan dari proyek pengadaan tanah di Sekretariat Daerah Pemprov Banten Rp109.061.902.000  yang diduga sudah diatur sebelumnya.

“Terkait tindak pidana asal yang berasal dari pengaturan penjualan tanah, penuntut umum tidak menguraikan kerugian negara tentang pengadaan tanah yang merugikan negara dan sampai saat ini terdawa tidak dilakukan pembuktian melakukan perbuatan dalam tindak pidana itu. Penuntut umum tidak bisa memformulasikan tuntutan tindak pidana sehingga unsur pasal tidak terbukti,” tambah hakim Rustiyono.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum  (JPU) KPK dalam perkara ini menuntut Wawan divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp5 miliar subsider 1 tahun kurungan dan menyita seluruh harga kekayaan Wawan yang diduga diperoleh dari perbuatan pidana senilai Rp1,9 triliun.

Menanggapi vonis majelis hakim,  baik Wawan maupun JPU KPK menyatakan pikir-pikir dalam  7 hari ke depan. (Desca/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.