Pengacara Asal Tangerang Minta Pelaku Pencabulan Anak di Jaksel Dihukum Berat

oleh -

REDAKSI24.COM—Pengacara asal Tangerang H. Imam Fahcrudin meminta kejaksaan dan majelis hakim memberikan hukuman berat kepada LH (38) pelaku pencabulan terhadap GS bocah yang baru berumur 4 tahun di Jakarta Selatan. Menurut Imam hukuman tersebut pantas diberikan kepada pelaku mengingat saat ini kondisi korban mengalami trauma berat akibat peristiwa yang dialaminya tersebut.

“Saya pikir pelaku pantas diganjar hukuman berat mengingat perbuatanya tersebut sangat berdampak terhadap korban yang masih berumur 4 tahun,” jelas Imam.

Terlebih menurut Imam, akibat perbuatan pelaku tersebut selain mengakibatkan trauma psikis serta kerusakan pada kemaluan korban yang dibuktikan dari hasil visum etrepertum, perbuatan pelaku  tersebut juga bisa merusak masa depan korban. Selain itu kondisi

“Bayangkan bagaimana nasib korban ke depan akibat perbuatan keji yang telah dilakukan kepada korban yang masih bocah ini. Bahkan korban mengalami keputihan terus menerus sehingga menurut keterangan dokter yang memeriksa korban, dirinya merekomendasikan korban untuk diangkat rahimnya untuk menghentikan keputihannya yang terus menerus,” sedih pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI) Provinsi Banten ini.

Untuk memberikan efek jera serta mencegah hal seperti ini terulang kembali, Imam juga meminta kepada pihak kejaksaan untuk memasukan unsur  penganiayaan di surat  dakwaan. Pasalnya pasal kekerasan terhadap anaknya belum  dimasukin dalam surat perkara dengan Nomor : 425/Pisdsus/2019/PN.Jaksel, padahal unsur tersebut telah masuk.

 “Saya sebagai pengacara pendamping meminta kepada Jaksa Penuntut M. Irmansyah, SH agar mengajukan tuntutan dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun kepada terdakwa sebagaimana amanat pasal 82 Undang – undang RI Nomor : 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak”  lanjut Imam

Untuk diketahui kasus ini terjadi pada akhir tahun 2018 lalu. Saat ditangkap pada 17 Desember 2018, kepada penyidik pelaku mengaku telah mencabuli korban dengan cara memasukan jari terdakwa ke dalam vagina korban kemudian memutar-mutar vaginanya dengan jari terdakwa sehingga vagina robek dan infeksi berkepanjangan. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *