Pengacara Ahmad Fanani Sebut Polisi Salah Alamat Atas Penetapan Tersangka Kliennya

oleh -
PROTES : Ahmad Fanani didampi kuasa hukumnya memberikan keterangan kepada sejumlah awak media terkaiit penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kegiatan Kemah Pemuda Indonesia, Rabu (26/6/2019)

REDAKSI24.COM—Kuasa hukum Ahmad Fanani, Gufron memprotes penetapan kliennya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia oleh Penyidik Polda Metro Jaya. Gufron menilai penetapan tersangka kepada kliennya salah alamat.

“Kami keberatan dengan penetapan tersangka terhadap Ahmad Fanani karena salah alamat. Semestinya bukan Ahmad Fanani yang ditetapkan tersangka,” kata Gufron kepada Redaksi24.com, Rabu (26/6/2019).

Gufron menjelaskan, dalam kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia tersebut, Ahmad Fanani hanya hanya berstatus sebagai pelaksana kegiatan. Sehingga Gufron berpendapat karena kegiatan  diprakarsai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sekaligus sebagai penanggungjawab penggunaan dana maka Kemenporalah yang harus bertanggungjawab.

“Yang punya inisiatif, yang punya ide itu Kemenpora. Kami melihat bahwa kasus ini kalau mau dibuka seluas-luasnya, Kemenporalah yang bertanggung jawab terhadap masalah penggunaan dana (kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia),” tegas Gufron.

Sebelumnya Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan Ketua Panitia Kemah  Pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani sebagai tersangka kasus itu. Penetapan tersangka Fanani berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Sementara itu, kasus itu telah ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 22 November 2018. Kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia didanai APBN Kemenpora Tahun Anggaran 2017 dan melibatkan GP Ansor serta Pemuda Muhammadiyah. Polisi telah menemukan bukti kerugian negara pada kegiatan tersebut sekitar Rp 1 miliar. Bukti kerugian negara tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi. Saksi-saksi yang diperiksa di antaranya perwakilan Kemenpora, Latif, Ketua Panitia GP Ansor Safrudin, dan mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Gan Gan/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *