Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Tradisional Tangsel Sulit Dilakukan

  • Whatsapp
Pasar tradisional Tangsel.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di pasar yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diakui belum optimal. Penyebabnya, lantaran kesadaran masyarakat dianggap masih rendah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan (Gakunda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Tangsel Sapta Mulyana. Ia mengatakan, menerapkan protokol Covid-19 di pasar terutama pasar tradisional butuh kesabaran ekstra.

Bacaan Lainnya

“Pertama, tingkat kesadaran masyarakat kita masih sulit dan harus dipaksakan. Kedua,  dalam keadaan ekonomi yang surut ini, menjadi alasan mereka tetap beraktivitas di pasar dan tidak dapat menghindari kerumunan,” katanya melalui telepon seluler, Selasa (16/6/2020).

Meski begitu, pihaknya tetap berusaha mensosialisasikan kepada para pedagang dan pengunjung pasar untuk memakai masker dan jaga jarak. Sehingga, ada kemajuan penurunan kasus Covid-19 di masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama perpanjangan keempat hingga 28 Juni 2020.

“Tangsel saat ini masih zona merah, angka potensi pertumbuhan virusnya atau R0 masih 1,7. Angka tersebut masih cukup tinggi karena idealnya untuk menuju new normal di bawah nol. Kesadaran masyarakat masih rendah, tapi kita tidak bosan sosialisasi agar dapat meminimalisir berkembangnya virus corona ini,” terang Sapta.

Diketahui, ada sejumlah pasar tradisional yang dimiliki Kota Tangerang Selatan. Diantaranya yakni, Pasar Ciputat, Pasar Cimanggis, Pasar Jombang, Pasar Bintaro 2, Pasar Serpong, dan sejumlah pasar lainnya.

Senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel Purnama Wijaya. Ia mengaku, kesulitan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di pasar tradisional. 

“Di pasar tradisional itu sulit kita pantau karena agak susah diaturnya. Kalau di mall kan tempatnya tertata dan pemiliknya jelas ada di kios, jadi bisa diarahkan. Kalau di pasar kan susah, para pedagangnya datang dari berbagai macam karakter. Ada pedagang eceran dan pedagang di lapak,” ungkap Purnama, Selasa (16/6/2020).

Purnama menerangkan, dalam PSBB perpanjangan keempat ini, aturan mulai dilonggarkan. Tidak ada titik pemeriksaan dan mall serta restauran pun sudah kembali beroperasi normal. 

Sementara untuk pemantauan penerapan protokol Covid-19 di pasar tradisional, pihaknya masih menunggu kepastian dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel soal skema pemantaunya.

“Pasar itu kan titik beratnya ada di Disperindag. Kami hanya membantu antara Satpol-PP, TNI dan Polri. Tapi untuk mekanismenya, kami belum tahu seperti apa belum jelas. Kalau kami langsung menempati di situ (pasar) nanti dianggap ngambil tupoksi orang lain,” tutupnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.