Penerapan New Normal di Kota Serang Tinggal Diteken Wali Kota

  • Whatsapp
new normal kota serang
Wali Kota Serang, Syafrudin bersama Kepala Inspektorat, Yadi Suryadi mengikuti Rakornas dengan Presiden RI terkait Pengawasan Intern Pemrintah yang digelar secara Vidcon di Diskominfo Kota Serang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Penerapan new normal di Ibu Kota Provinsi Banten tinggal ditandatangani Wali Kota Serang, Syafrudin. Dengan begitu menandakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang keukeuh untuk menerapkan new normal meskipun kasus positif covid-19 di Ibu Kota Provins9i Banten itu terus melonjak.

“Tinggal saya tandatangani, new normal itu saya kira lebih baik dari pada PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Ada peningkatan atau tidak ada peningkatan (covid-19), new normal tetap kami terapkan. Justru keputusan dari pusat itu lebih baik dari PSBB,” katanya kepada wartawan di Diskominfo Kota Serang, Senin (15/6/2020).

Bacaan Lainnya

Syarudin menyebut, covid-19 akan selesai jika kedisiplinan masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah menjalankan protokol kesehatan juga meningkat. “Jadi new normal atau tatanan kehidupan baru itu juga tergantung kepada kesadaran masyarakat menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Disinggung anggaran penanganan Covid-19, Syafrudin menyebut, APBD Kota Serang telah mengalokasikannya sebesar Rp88 miliar. Namun menurut Syafrudin, angka sebesar itu hanya biaya tak terduga (BTT), ada pun realisasinya masih dalam hitungan.

“Itu kan kami mempersiapkan, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan OPD dalam penanganan covid-19,” imbuhnya.

Syafrudin mengatakan, BTT dipergunakan penanganan covid-19, seperti untuk penyemprotan disinfektan ke seluruh lingkungan masyarakat Kota Serang dengan kafasitas sekitar 300 ribu liter.

Kemudian, Syafrudin juga mengklaim penggunaan dana untuk bidang kesehatan cukup efektif, diantaranya untuk melakukan tracking pasien terpapar positif Covid-19 dari kelurga, teman sampai orang di sekitar lingkungannya.

Anggaran itu,  sebut Syafrudin, sebesar Rp30 miliar disalurkan bagi Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga terdampak covid-19. Dia juga mengklaim dana JPS sudah dilaksanakan, tinggal 1 kali tahap lagi. “Kami harap berjalan lancer,” tegasnya.

Disinggung soal APBD Perubahan yang terancam tidak bisa dibahas, Syafrudin mengaku sifatnya kondisional. Sebab, kata dia, akan percuma dibahas jika anggarannya sudah tidak ada. Sebab anggaran pembangunan di Kota Serang telah banyak terserap di covid-19.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.