Pendidikan Karakter Anak Di Masa Pandemi, Orang Tua VS Pendidikan Online

pendidikan, karakter, anak, pandemi, orang tua, Pendidikan Karakter Anak Di Masa Pandemi, VS, Online, Di Masa Pandemi, Orang Tua VS Pendidikan Online, Al-Qur’an surat An-Nisa 4 : 9, surat At-Tahrim ayat 6, Abdullah Nashih Ulwan

Oleh: Dr. Zulkifli, MA

Dosen FAI Universitas Muhammadiyah Tangerang

Bacaan Lainnya

Pendidikan merupakan wadah yang berisi suatu proses pembelajaran yang terjadi secara langsung dan merupakan interaksi antara guru dengan murid, dosen dengan mahasiswa tak kalah penting kedua orang tua terhadap anak-anaknya.

Aktivitas pendidikan dikeluarga yang terbaik adalah yang memberikan kenyamanan kepada anggota keluarga di dalamnya terdapat proses pembelajaran, kedua orang tua menjadi fasilitator dan medianya dalam membentuk kepribadian anak. Kedua orang tua bisa dijadikan pendidik yang hakiki karena bertanggung jawab langsung kepada Allah SWT, karena sudah diberikan kepercayaan (amanah) sehingga tidak boleh disia-siakan.

Kemudian kedua orang tua wajib memberikan ilmu pengetahuan kepada anaknya, sebagaimana di dalam Al-Qur’an surat An-Nisa 4 : 9 Allah SWT berfirman yang artinya; “Dan hendaklah kalian takut kepada Allah SWT, ketika meninggalkan anak-anak kalian dalam kondisi lemah, kemudian mereka khawatir terhadap kesehjateraannya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah SWT dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Maka pendidik dalam Islam merupakan bentuk tanggung jawab seorang pendidik dalam bentuk proses perkembangannya. Sebagai bentuk tanggung jawab guru kepada peserta didik dan orang tua kepada anaknya dalam mempersiapkan kesalehan pribadi dan sosial.

Hal inilah sering dikatakan kesuksesan dan keburukan anak terdapat pada kedua orang tua. Sebagaimana firman Allah SWT surat At-Tahrim ayat 6 : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Maksud dirimu yang dikatakan adalah orang tua dari anak, yaitu bapak dan ibu. Anggota keluarga di dalam ayat tersebut adalah anak-anak.

Dalam membangun nilai-nilai pembiasaan yang terpola khas dari pikiran, perasaan, dan tingkah laku perlu keteladanan. Kecendrungan sistem kepribadian terdiri dari id, ego, dan super ego.

Di dalam diri orang yang memiliki jiwa yang sehat ketiga hal tersebut bekerja dalam susunan yang harmonis. Sebaliknya kalau ketiga sistem tersebut bekerja secara bertentangan maka orang tersebut tidak dapat menyesuaikan diri.

Dalam istilah psikologi id adalah sistem kepribadian yang asli, ego berfungsi menyalurkan dorongan id  yang merupakan dorongan naluri, sedangkan super ego sistem yang memiliki unsur moral dan keadilan.

Semua unsur tersebut harus dibimbing oleh agama, inilah yang merupakan tugas dari kedua orang tua yang bisa memberikan pembinaan dan pengembangan untuk bisa menjadi hamba Allah SWT.

Abdullah Nashih Ulwan memberikan resep bagaimana cara mendidik yang hakiki dikeluarga yaitu;

  1. Pendidik harus memberikan dalam proses pengajaran dengan kasih dan sayang penuh kedamaian sehingga segala apapun yang dikatakan dan di berikan tertancap dihatinya dan teringat terus menerus. Ada pepatah mengatakan ala bisa karena terbiasa ilmu yang diberikan dengan ikhlas serta sipenerimanya ikhlas akan berbuah manis.
  2. Hendaklah pendidik memberikan nasihat dan motivasi serta pengalaman yang baik sehingga bisa diikuti dan dijalankan oleh peserta didik. Dalam kehidupan berkeluarga bagaimana seorang pemimpin keluarga merangkul dan mengarahkan serta berdiskusi sehingga aura pengajaran dikeluarga hidup bukan sebaliknya bersifat otoriter dan mau menang sendiri.
  3. Seorang Pendidik harus bisa memberikan solusi terbaik sehingga peserta didik puas dan kedatangannya selalu dinantikan.

Di masa pandemi sekarang peran dan fungsi orang tua ganda disamping memberikan bekal keteladan orang tua harus mampu mengajarkan dan mendidik proses pembelajaran daring atau online. Dengan perkembangan zaman yang semakin meningkat dan berkembang dalam penggunaan media elektronik maka orangtua bisa dikatakan sebagai pendidik yang sesungguhnya.

Orang tua harus bisa menyediakan sarana dan media pembelajaran di masa pandemi sehingga proses informasi dan materi bisa diserap dalam pembelajaran. Masa-masa pendidikan di zaman pandemi sudah lebih identik dengan sebutan merdeka dalam belajar dimana nuansanya dari didalam kelas menjadi diluar kelas.

Pembelajaran di zaman ini lebih banyak mengeksplor atau banyak mencari sumber media dan membentuk karakter yang bertujuan berani, mandiri, lebih banyak bergaul, beradab dan sopan. Dengan adanya pandemi ini orang tua lebih dekat lagi dengan keluarga dan melatih kesabaran.

Sedangkan orang tua yang sudah membiasakan pola pendidikan disiplin tidak lagi kaget atau pusing, yang repot ketika orang tua merasa terbebani dengan proses pembelajaran dan pendidikan terpusat atau daring. Pada akhirnya kehadiran pandemi ini membawa plus dan minus yaitu peserta didik bisa menghemat waktu kesekolah dengan mengikuti proses pembelajaran di rumah, orangtua bisa mengawasi dan memberikan keteladanan kepada keluarga.

Sedangkan minusnya orangtua harus mampu memberikan fasilitas alat teknologi dari mulai handpone, laptop dan paket data. Di satu sisi mau tidak mau guru dan orang tua harus mampu mengoperasikan perlengkapan teknologi tersebut.

Harapan kita semua pada akhirnya semoga pandemi ini segera berakhir dan hidup normal kembali serta proses keteladanan dalam proses pembentukan akhlak yang baik menjadi nyata untuk terwujudnya keluarga yang beragama dan memiliki ilmu pengetahuan bermanfaat, wallahu a’lam bishawwab.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.