Pencarian 7 Nelayan Pandeglang yang Hilang Terkendala Gelombang Tinggi

  • Whatsapp
Basarnas Banten
Tim gabungan Basarnas Banten menelusuri perairan Selat Sunda mencari nelayan Pandeglang yang hilang akibat laka laut.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Proses pencarian terhadap 7 Anak Buah Kapal (ABK) KM Puspita Jaya asal Kecamatan Labuan, Pandeglang yang mengalami kecelakaan laut di perairan Selat Sunda, sudah memasuki hari ke 7. Namun hingga kini ke 7 korban belum juga ditemukan.

Dalam proses pencarian, Tim Basarnas Banten dan unsur SAR gabungan lainnya mengalami kendala. Proses pencarian terkendala gelombang laut Selat Sunda yang sedang tinggi hingga mencapai dua sampai empat meter. Cuaca yang ekstrem juga termasuk kendala lainnya dalam upaya pencarian korban terbaliknya kapal nelayan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Gelombang Selat Sunda pada siang hari mencapai dua meter, kalau sore hari sampai empat meteran,” ungkap Kepala Basarsan Bantem, Zaenal Arifin di Posko Basarnas Banten Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Kamis (25/6/2020).

BACA JUGA: Keluarga Nelayan Pandeglang yang Hilang Minta Basarnas Banten Gunakan Heli

Dikatakannya, kondisi cuaca saat ini sesuai dengan prediksi BMKG yang menyebutkan terjadi gelombang cukup tinggi di perairan Selat Sunda. Namun pihaknya terus melakukan upaya pencarian. Salah satunya berkoordinasi dengan Kantor SAR sebelah Barat Sumatera, Bengkulu, Mentawai dan Padang.

“Kami minta setiap Kantor SAR bisa ikut memantau. Jika menemukan nelayan yang hilang mereka bisa segera menghubungi kami,” katanya.

Menurutnya, unsur SAR gabungan yang diterjunkan dalam melakukan pencarian terhadap ke 7 korban tersebut diantaranya, tim Rescue KPP Banten, Rescue KPP Lampung, Jakarya, TNI Lanal Banten, Pos AL Kota Agung, Pos AL Blimbing  Pos AL Teluk, DVI Polda Banten, Kodim Cilegon, Polairud Kota Agung dan KRUI.

Selain itu, Polairud Polda Banten, ASDP Merak, KSOP kelas I Merak, SROP Panjang, Dinas Kelautan Bayah, PMI Cilegon, BPBD Kabupaten Serang, pengurus Tambling WNS, Mapala Untirta serta HNSI Labuan dan Kota Agung.

“Ditambah dengan unsur masyarakat dan aparatur Teluk dan Labuan, terus melakukan penyisiran,” ujarnya.

BACA JUGA: 7 Nelayan Pandeglang Belum Ditemukan, Basarnas Banten Telusuri Perairan Sumatera

Sementara, Kepala Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Endin Fahrudin mengatakan, dari 7 korban KM Puspita Jaya, 5 diantaranya warga Labuan. Dua lainya merupakan warga Desa Kalanganyar dan Caringin. Sekarang ini kondisi keluarga korban terus diselimuti kesedihan.

“Saya juga turut prihatin atas musibah yang menimpa warga saya. Kami terus memberikan semangat kepada keluarga korban, salah satunya dengan memprioritaskan dapat BLT (Bantuan Langsung Tunai) dair dana desa,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.