Pemudik Kucing-kucingan dengan Petugas di Pelabuhan Merak

  • Whatsapp
Sejumlah pemudik pejalan kaki di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, bergegas menuju kapal yang akan membawanya menyeberang ke Pulau Suamtera, Selasa (28/4/2020).

CILEGON, REDAKSI24.COM –Meskipun pemerintah sudah resmi melakukan larangan mudik 2020, namun tidak bisa dipungkiri masih banyak warga yang nekat mencoba mudik. Beberapa dibantu agen perjalanan travel dan yang lain main kucing-kucingan melalui jalan tikus.

Diketahui, pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik sejak hari Jumat (24/4/2020) pekan lalu. Tapi, hingga malam tadi arus mudik masih saja terlihat di ruas jalan tol Tangerang-Merak. Namun saat berada di pos pemeriksaan, mereka diminta polisi untuk berputar balik ke daerah asalnya.

Bacaan Lainnya

Para pemudik memiliki banyak cara untuk mensiasati penyekatan polisi, diantaranya memilih lewat jalan non-tol. Selain itu, jalur-jalur tikus jadi opsi yang dipilih supaya tetap bisa bertemu keluarga di kampung halaman. Beberapa pemotor dilaporkan bisa lolos, sementara yang menggunakan roda empat terkena jaring petugas gabungan.

Mereka berupaya untuk bisa menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra. Kondisi ini terpantau Redaksi24.com di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Aan, salah satu pemudik, sengaja melakukan perjalanan mudik hari ini karena   perusahaan tempat bekerja meliburkannya. Ia menggunakan kendaraan umum lolos dari penyekatan petugas.

“Mau mudik ke Lampung. Berangkat dari Bojonegara, perjalanan lancar enggak macet. Tadi sih ada petugas (penyekatan) cuma dicek suhu tubuh aja sama KTP,” ujar Aan saat ditemui di Pelabuhan Merak, Selasa (28/4/2020).

Pada hari ke 5 bulan Ramadan 2020, ternyata banyak dimanfaatkan perantau untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya. Di Pelabuhan Merak, tidak sedikit pemudik pejalan kaki bergegas menuju kapal yang akan membawanya menyeberang ke Pulau Sumatera.

Namun, hingga berita ini dinaikkan, belum ada penjelasan secara resmi dari PT ASDP Indonesia Ferry,

BACA JUGA:

. Ratusan Pemudik di Tol Gerem Cilegon Disuruh Balik Lagi ke Jakarta

. Dinsos Kota Cilegon Segera Cairkan Bansos Bagi Warga Terdampak Covid-19

. Larangan Mudik, Terminal Terpadu Merak Kota Cilegon Lengang

Sementara itu, Kapolres Kota Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, polisi sudah menyiapkan strategi untuk menghalau pemudik. Selain itu, dirinya juga akan meningkatkan koordinasi dengan pihak dinas perhubungan dan perusahaan oto bus agar tidak beroperasi.

“Kami kerjasama gabungan, harusnya terintegrasi. Segala sesuatunya harus bersamaan, kalau dari pemerintah pusat sudah melakukan larangan mudik, harusnya semua pihak harus siap,” kata Yudhis saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2020).

Ia juga mengatakan, mungkin pemudik yang nekat dan berupaya lolos lewat jalan tikus itu dikarenakan masih adanya ketersediaan tiket secara online. Karena itu, pihaknya akan menegaskan dinas perhubungan untuk menyurati perusahaan oto bus dan penyebrangan untuk tidak menjual tiket secara online.

“Kalau bus nggak jual tiket, tentu tidak akan ada yang mudik. Pemerintah melakukan ini semua demi keselamatan bersama, buat masyarakat juga,” tandasnya. (Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.