Pemudik di Kota Cilegon Akali Petugas dengan Menyewa Kendaraan Barang

  • Whatsapp
larangan mudik
Sejumlah orang nekat mudik dengan cara menyewa angkutan barang di Kota Cilegon.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Meskipun pemerintah tengah memberlakukan larangan mudik, namun masih saja ada yang nekat untuk melakukan mudik ditengah pandemi Corona virus disease atau Covid-19.

Seperti dilakukan sejumlah pemudik yang melintas di Kota Cilegon. Pantauan Redaksi24.com, sedikitnya lima kendaraan pengangkut barang atau pick up tertangkap petugas membawa penumpang di pos check point Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Jumat (1/5/2020).

Bacaan Lainnya

Diketahui, pemudik relah merogoh kocek Rp400 sampai Rp900 ribu demi bisa menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni dengan menyewa kendaraan barang. Modus itu terbongkar setelah petugas tengah memperketat akses menuju Pelabuhan Merak dari jalur arteri.

Bukan hanya sepeda motor atau mobil pribadi, angkutan umum dan barang pun diperiksa petugas. Alhasil petugas secara berurutan sejak pukul 00.30 WIB hingga pukul 02.00 WIB mendapatkan empat kendaraan pick up kedapatan membawa penumpang yang akan pulang ke kampung halaman.

Wakapolres Cilegon, Kompol Andra Wardhana mengatakan, keterangan dari para penumpang tersebut ongkos yang dikeluarkan berkisar dari Rp450 ribu sampai Rp900 ribu demi lolos dari pemeriksaan.

“Selain menemukan penumpang, kami menemukan sejumlah sepeda motor, serta berbagai jenis barang bawaan yang ditutup rapi menggunakan terpal. Dari salah satu mobil kami dapat informasi naik dari Serang,” ujarnya.

Lanjut Andra, seluruh kendaraan, sopir maupun penumpang sebanyak 6 orang digiring ke Mapolsek Pulomerak untuk dilakukan pendataan. Setelah itu, mereka akan diminta untuk putar balik ke daerah asalnya.

BACA JUGA:

. Usai Rawat Pasien Pertama Covid-19, 28 Perawat RSKM Kota Cilegon Jalani Isolasi Mandiri

. Ratusan Pemudik di Tol Gerem Cilegon Disuruh Balik Lagi ke Jakarta

Ujang (bukan nama sebenarnya) salah satu penumpang kendaraan pick up mengaku membayar Rp900 ribu. Ongkos tersebut sebagai jasa antar dari Tangerang menuju Lampung. “Iya, sopirnya yang minta segitu,” ujarnya.

Dia mengaku rela mengeluarkan ongkos lebih mahal dari biasanya supaya bisa pulang ke kampung halaman di Lampung ditengah larangan mudik untuk mencegah penyebaran penularan covid-19.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.