Pemprov DKI Minta Masyarakat Perhatikan Informasi Dari BMKG

  • Whatsapp
Kepada BPBD DKI Jakarta, Subejo.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melakukan sejumlah upaya preventif untuk bersiaga menghadapi potensi banjir pada musim hujan kali ini.

Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Juwaini mengatakan, pihaknya telah melakukan pengerukan waduk di 5 titik lokasi Jakarta untuk membantu menampung air hujan yang mengguyur kota Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Kelima waduk tersebut antara lain,
Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Teluk Gong, Waduk BPP Poncol, dan Embung Cendrawasih,” katanya saat konferensi Pers di Balairung Balaikota DKI Jakarta, Kamis Sore (14/11/2019).

Untuk menangani genangan maupun banjir pada musim hujan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, kata Juwaini, telah mempersiapkan beragam teknologi mutakhir, antara lain pompa mobile sejumlah 133 unit dengan kapasitas 28,512 m3/dt, pompa stationer sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 m3/dt, pintu air 231 unit, excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase, AWLR (Automatic Water Level Recorder) di 21 lokasi, serta CCTV Online sejumlah 103 unit.

“Selain itu, sebanyak 7.889 personil pun dikerahkan, dengan dilengkapi alat berat 260 unit dan dump truck 461 unit,” sambungnya.

Senada dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Subejo memaparkan, dalam upaya antisipasi genangan dan banjir, BPBD Provinsi DKI Jakarta juga melakukan inovasi, khususnya pada percepatan akses informasi dan kedaruratan. Hal tersebut berguna agar masyarakat dapat dengan mudah dan segera menghubungi layanan bantuan manakala terjadi situasi genting akibat bencana.

“Inovasi kami diantaranya telepon Orang dalam Kedaruratan 112 yang gratis atau bebas pulsa, Pembangunan Back Up Site Call Center Jakarta Siaga 112 untuk mengantisipasi jika call center utama terjadi gangguan, Aplikasi Siter, Sistem Informasi Terintegrasi untuk sistem pelaporan terintegrasi setiap SKPD terkait dengan kebencanaan, Pembuatan Quality Assurance (QA) untuk pelayanan Call Center 112, serta Penyelenggaraan kegiatan Sekolah atau Madrasah Aman Bencana,” tuturnya.

BACA JUGA:

Tolak Digusur, Warga Sunter Demo di Balaikota DKI Jakarta

Untuk penanganan bencana, Subejo menambahkan, BPBD Provinsi DKI Jakarta telah membentuk Tim Pendukung Penanganan Bencana yang dipimpin oleh pejabat eselon III sesuai Korwil masing-masing.

“Tim tersebut melakukan piket 24 jam untuk memantau situasi atau kejadian kebencanaan di seluruh wilayah dan melakukan penanganan apabila terjadi bencana. Tim Pendukung Penanganan Bencana melakukan pendistribusian bantuan ke lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait serta NGO/relawan untuk penanganan banjir,” tambah Subejo.

Kepada masyarakat, Subejo mengimbau untuk selalu memperhatikan informasi kebencanaan atau peringatan dini bencana yang disampaikan oleh instansi terkait seperti BMKG atau BPBD melalui media elektronik atau media sosial.

“Hubungi Call Center 112 atau gunakan aplikasi Jakarta Aman untuk melaporkan kejadian kegawat daruratan di sekitar Anda,” pungkasnya. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.