Pemprov Banten Rahasiakan Jumlah Tim Medis yang Terpapar Covid-19

  • Whatsapp
tim medis covid-19 banten
Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti (kiri) memberi keterangan kepada wartawan terkait tenaga kesehatan covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten hingga kini masih merahasiakan jumlah tim medis atau tenaga kesehatan (Nakes) yang terpaapr virus Covid-19. Hal tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas fsikologis tenaga medis lainnya dalam proses pelayanan yang mereka lakukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, meskipun demikian pihaknya masih melakukan proses pendataan jumlah Nakes yang terjangkit Covid-19. Ati mengaku, pihaknya merasa kesulitan melakukan pendataan, karena dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan di rumah sakit, terutama RS swasta.

Bacaan Lainnya

“Tracking tentu kami tetap lakukan, namun untuk mengeksposnya kami tidak lakukan. Tetap dirahasiakan. Demi pelayanan kesehatan tetap berjalan secara normal,” katanya, Rabu (1/7/2020).

BACA JUGA: Target Pencapaian Pajak Daerah Banten 2020 Menurun 35 Persen

Ati melanjutkan, pola piker masyarakat Banten terhadap pasien yang terkena Covid-19 lebih mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dari pada mereka yang terkena virus HIV/AIDS. Padahal, kalau dilihat dari sisi persentase bahayanya, menurut Ati, virus HIV lebih berbahaya dari pada Covid-19.

“Cuma memang penularannya lebih masif virus Covid-19 dari pada virus HIV/AIDS,” katanya.

Terkait jumlah pasien Covid-19 di Provinsi Banten, Ati mengatakan, per tanggal 30 Juni lalu terdapat 1.295 pasien. Yang dinyatakan sembuh mencapai 915, masih dirawat sebanyak 315 pasien dan 86 orang meninggal dunia.

“Jika melihat data itu, artinya tingkat kematian dari virus ini hanya 6 persen. Ini tentu menjadi kabar baik bagi semua. Akan tetapi, yang perlu diingatkan kita harus tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.