Pemprov Banten Pastikan Tak Ada Pemotongan Insentif Tenaga Medis Covid-19

  • Whatsapp
insentif tim medis covid-19
Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten memastikan tidak ada pemotongan terhadap dana insentif untuk para tenaga medis Covid-19. Kepastian itu dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Komarudin.

Komarudin mengatakan, aparatur sipil Negara (ASN) yang tidak terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 ini rencananya ada pemotongan uang Tunjangan Kinerja (Tukin), yang kemudian potongannya itu akan dialokasikan untuk membantu meringankan beban APBD dalam menangani KLB Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Ini dalam rangka efesiensi. Karena selama WFH (work from home) diberlakukan, ada biaya operasional yang tidak terpakai. Untuk besarannya belum kami tentukan. Tapi sebelum Tukin cair, mudah-mudahan sudah ada,” ujarnya saat dihubungi, Senin (6/4/2020).

Sementara itu, lanjut Komarudin, ASN yang terlibat langsung seperti tenaga medis dan BPBD tidak mendapat pemotongan. “Mereka tidak ada potongan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Pemprov Banten ingin memberikan apresiasi kepada tenaga medis yang berada digaris terdepan penanganan Virus Corona. Adapun bentuk penghargaan yang diberikan adalah tambahan insentif.

“Adapun salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan Pemprov Banten terhadap seluruh tenaga medis dan kesehatan lainnya yang bekerja di RSU Banten. Selain mereka dapat gaji dan tunjangan, mereka diberikan insentif tambahan,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Hasil Rapid Tes, Wilayah Tangerang Raya Paling Tinggi Covid-19 di Banten

. Laz Harapan Dhuafa Banten Bentuk Kampung Siaga Covid-19

. Antisipasi Dampak Covid-19, Pemprov Banten Alokasikan Lagi Rp1,26 Triliun untuk Jaring Pengaman Sosial

Ia menuturkan, jumlah insentif tambahan yang diberikan bervariatif. Nilai yang diterima disesuaikan dengan jabatan yang diduduki setiap tenaga kesehatan. Untuk dokter spesialis, mendapatkan Rp75 juta per bulan, dokter umum Rp50 juta per bulan, perawat Rp17,5 sampai Rp22 juta per bulan.

“Untuk penunjang medis dan non medis Rp15 juta per bulan dan untuk penunjang umum lainnya Rp5 juta per bulan,” katanya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 Komentar

  1. Mohon redaksi24 saya berkerja di RS swasta daerah Tangsel dan gaji kami di potong setengahnya krna wabah ini pemasukan RS jadi tidak ada, kami tidak tau bagaimana cara mengklik tunjangan insentif itu padahal kami RS rujukan covid dan tidak ada insentif bagi RS kami