Pemprov Banten Minta Ulama Pro Aktif dalam Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
ulama banten
Plt Asisten Daerah (Asda) I Setda Banten, Samsir.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten mendorong agar para ulama yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang, pro aktif mendukung program pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 di Banten.

Hal tersebut dikatakan Plt Asisten Daerah (Asda) I Setda Banten Samsir dalam acara peletakan batu pertama masjid SMAN Ciruas At-tarbiyah, Senin (22/6/2020). Menurut Samsir, salah satu upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemprov Banten yakni melakukan rapid test massal yang dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Banten.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 atas dasar instruksi pemerintah. Untuk itu, kami minta para ulama untuk ikut serta membantu mensukseskan program tersebut,” katanya.

Samsir melanjutkan, rapid test ini merupakan instrumen yang bisa mendeteksi keberadaan virus di dalam tubuh, meskipun tidak dikhususkan untuk virus Covid-19. Namun, untuk memastikannya, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah tes swab.

“Jika pada saat rapid test dinyatakan reaktif, maka ada indikasi virus di dalam tubuh. Namun, untuk memastikan apakah virus Covid-19 atau bukan, akan dilakukan tindakan lanjutan berupa tes swab. Makanya, akurasinya juga hanya 33 persen sekian dari hasil rapid test itu,” jelasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu sejumlah ulama yang tergabung dalam FSPP Kota Serang melakukan aksi penolakan rapid test yang akan dilakukan di sejumlah pesantren di Kota Serang yang akan memasuki masa masuk pesantren.

“Kami juga sudah berkordinasi dengan MUI Provinsi Banten agar bisa menjelaskan secara utuh kepada para ulama yang menolak menjalani rapid test tersebut,” tandasnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.