Pemprov Banten Kesulitan Akses Penerima Bantuan Kartu Prakerja

  • Whatsapp
kartu prakerja banten
Kepala Disnaker Provinsi Banten. Alhamidi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten mengaku merasa kesulitan mendapat akses 26.188 orang penerima bantuan kartu pra kerja dari pemerintah pusat. Pasalnya, pendaftaran kartu pra kerja itu harus dilakukan secara mandiri, tidak boleh diwakilkan instansi.

Kepala Dinas (Kadis) Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Alhamidi mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui masyarakat Banten yang menerima asas manfaat dari bantuan kartu pra kerja itu siapa saja. Apakah mereka warga asli Banten atau bukan, apakah mereka benar-benar korban PHK atau bukan.

Bacaan Lainnya

“Soalnya kemarin kami ditanyain KPK. Makanya sekarang kami berkirim surat ke Kemenko untuk meminta daftar penerima itu. Masa angkanya ada, orangnya gak ada,” katanya, Kamis (2/7/2020).

BACA JUGA: Pemprov Banten Rahasiakan Jumlah Tim Medis yang Terpapar Covid-19

Hamidi menambahkan, sebelum ada launching kartu pra kerja pada pertengahan April lalu oleh Presiden Jokowi, pihaknya sudah membuka portal pengaduan untuk karyawan yang terkena PHK. Total pengaduan yang diterima saat itu sebanyak 18.597 orang terdampak PHK dan sekitar 30.000 dirumahkan. Bagi yang terkena PHK pihaknya menyarankan untuk mendaftar secara mandiri bantuan kartu pra kerja.

“Semuanya sudah didaftarkan. Cuma masalahnya kami tidak tahu apakah mereka yang disuruh daftar itu mendapat bantuan atau tidak,” ujarnya.

Diakui Hamidi, bantuan yang diterima dari kartu pra kerja itu sebesar Rp3.550.000 per orang yang disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama bulan April dan tahap kedua pada bulan Mei.

“Informasi terakhir, bantuan itu sudah dihentikan untuk sementara. Saya tidak tahu alasannya kenapa,” tuturnya.

BACA JUGA: Pemprov Banten Pangkas Penyaluran Bansos JPS

Disinggung soal angka pengangguran di Banten, Alhamidi menjelaskan, hingga kini terdapat 490.000 orang pengangguran di Banten. Angka itu diharapkan bisa berkurang setelah diperbolehkannya perusahaan ritel melakukan aktivitas bisnisnya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Sektor ritel ini yang mengalami dampak langsung dari penutupan usaha semasa Pandemi Covid-19. Tapi sekarang beberapa sudah diperbolehkan buka, mudah-mudahan bisa menekan angka pengangguran di Banten,” harapnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.