Pemprov Banten Genjot Pendapatan untuk Pemerataan Penyaluran JPS

  • Whatsapp
penyaluran jps banten
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten mengakui hingga kini penyaluran Jaringan Pengaman Sosial (JPS) belum merata. Selain karena faktor pendataan, kondisi keuangan daerah yang masih sulit juga menyebabkan penyaluran bantuan belum maksimal.

“Kalau secara keuangan masih berproses, belum bisa seluruhnya disalurkan karena banyak sektor yang diberikan bantuan selain JPS,” kata Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, Senin (14/7/2020).

Bacaan Lainnya

Andika menjelaskan, untuk masalah penganggaran itu bisa disediakan selagi pendataannya sudah selesai. Namun, pada masa kesulitan keuangan, Pemprov Banten tidak bisa menyalurkan secara menyeluruh karena ada sektor lain yang harus juga diperhatikan.

“Untuk itu pendapatan daerah sedang kami genjot untuk menunjang berbagai bantuan pada masa Pandemi ini. Kami sedang memaksimalkan pendapatan,” ujarnya.

BACA JUGA: Gubernur Pastikan Penyertaan Modal Bank Banten Tetap Rp1,9 Triliun

Terkait kendala masalah data, Andika mengakui mengalami sedikit kesulitan karena basis pendataan dalam penyaluran JPS menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sedangkan yang dimiliki Pemprov Banten basis data non DTKS.

“Kami tidak mau data ini tidak valid atau timpang tindih dengan data pusat. Oleh karena itu sampai saat ini kami masih berusaha menginventarisasi data-data non DTKS, yang akan menerima bantuan tersebut. Ada yang cepat, ada yang lambat. Itu biasa,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pemprov Banten melakukan refocusing anggaran untuk penanganan dampak sosial masyarakat pada masa Pandemi Covid-19 sebesar Rp1,2 triliun dengan total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 670 KK dengan besaran bantuan Rp500.000 yang diterima setiap bulan selama tiga bulan berturut-turut, mulai April 2020.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Opar Sochari mengatakan, untuk saat ini pendapatan Pemprov dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sudah mulai membaik, meskipun belum sampai pada standar dalam kondisi normal.

“Yang paling parah itu pada saat pertama Covid-19 masuk ke Banten, pendapatan hanya Rp2 miliar sehari. Tapi sekarang sudah mulai membaik, sudah mencapai Rp7 miliar sehari, meskipun masih jauh dari dalam kondisi normal sebesar Rp25 miliar perhari,” jelasnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.