Pemprov Banten Fokus Tangani Infrastruktur Pasca Banjir

oleh -
bantuan Infrastruktur dari pemprov banten
Gubernur Banten, Wahidin Halim

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Status tanggap bencana kini masih diberlakukan di lokasi terdampak bencana di Lebak. Sejumlah aparat yang dibantu relawan masih melakukan penyisiran korban banjir serta mendistribusikan bantuan logistik. Pemprov Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,499 miliar untuk tanggap bencana di wilayah Lebak.

Kepala Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, anggaran tersebut akan diperuntukan kebutuhan air bersih dan sanitasi, sandang pangan, kesehatan dan penampungan serta tempat hunian sementara.

“Itu untuk tanggap bencana,” katanya, Senin (6/1/2020).

BACA JUGA:

. Pasca Banjir Bandang Dan Longsor, Muncul Penampakan Kota Biru di Lebak

. Kabareskrim Polri Selidiki Tambang Emas Yang Diduga Penyebab Terjadinya Banjir Bandang di Lebak

. Dewan Banten Dorong Penebangan dan Penambangan Liar Diusut Tuntas

Untuk perbaikan rumah terdampak bencana, sudah ada suntikan dana dari pusat sebesar Rp50 juta/rumah. Sementara itu Pemprov Banten akan fokus kepada perbaikan infrastruktur yang rusak, baik itu jembatan maupun jalan yang menjadi kewenangan Provinsi.

Data Bantuan dana stimulan Bencana di Lebak
Infografis Bantuan dana untuk rumah rusak/Redaksi24.com

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan akan menggeser anggaran yang ada di PUPR untuk perbaikan dua jembatan yang rusak. Anggaran yang disediakan sekitar Rp19 miliar.

“Saya akan coba utak atik anggaran di PUPR. Mudah-mudahan ada yang bisa digeser,” katanya, Senin (6/1/2020).

Sementara itu, lanjut WH, jika ditotal perbaikan infrastruktur dengan jalan, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 90 miliar. “Itu akan kami pikirkan anggarannya,” ujarnya.

Sebanyak enam kecamatan terdampak banjir di Lebak, yakni Kecamatan Curug Bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja dan Cimarga. Dari enam kecamatan itu, wilayah Lebak Gedong dan Sajira paling terparah.

Masyarakat yang terdampak bencana akan mendapatkan dana stimulan sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta. Sementara itu, berdasarkan data sebanyak 306 rumah rusak berat, 274 rumah rusak ringan, dan 2.167 rumah tenggelam yang tersebar di enam kecamatan. Keenamnya yakni di Sajira, Cipanas, Lebak Gedong, Maja, Cimarga, dan Curug Bitung.

Jalan amblas sepanjang 40 meter di Kampung Bujal, Kecamatan Cipanas, 2 unit jembatan permanen (Kec. Sajira dan Lebakgedong).

Kemudian 18 unit jembatan gantung (tersebar), SDN 2 Banjarsari, SDN Banjaririgasi, dan SMPN 4 Lebakgedong. Saat ini, ada 433 KK pengungsi yang tersebar di 7 posko pengungsian di 6 Kecamatan. (Luthfi/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.