Pemprov Banten Disarankan Galang Dana Selamatkan Bank Banten

  • Whatsapp
bank banten
Praktisi perbankan menyarankan Pemprov Banten menggalang dana sumbangan untuk menyelamatkan Bank Banten dari likuidasi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memilih mekanisme marger Bank Banten dengan Bank BJB untuk menyelamatkan perseroan. Langkah itu dinilai tepat karena Pemprov Banten tidak harus mengeluarkan modal Rp2,8 triliun untuk menyehatkan Bank Banten, ditengah kesulitan keuangan akibat dari Pandemi Covid-19.

Namun langkah itu justru mendapat kritikan tajam dari masyarakat, karena dinilai mematikan Bank Banten. Padahal, banyak opsi lain yang bisa dilakukan Pemprov Banten untuk menyehatkan Bank Banten selain marger dengan Bank BJB.

Bacaan Lainnya

Praktisi Perbankan Provinsi Banten, Embay Mulya Syarif menyayangkan langkah gubernur yang dinilai tergesa-gesa dan tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan dari upaya marger ini. Ditambah lagi kemudian Pemprov Banten melakukan pemindahan RKUD-nya ke BJB.

“Bank Banten itu kan milik Pemprov, kalau pemiliknya saja sudah tidak memercayai, apalagi orang lain. Makanya wajar kemudian terjadi rush money dan kepanikan yang luar biasa di masyarakat ketika Pemprov Banten melakukan pemindahan RKUD tersebut,” jelasnya, Selasa (2/6/2020).

Salah satu Direksi Bank Syariah Mandiri (BSM) itu melanjutkan, pengelolaan bank harus benar-benar profesional dan sangat sensitif terhadap perkembangan isu yang berkembang. Jika isu yang berkembang tidak baik, maka kepercayaan masyarakat akan dengan sendirinya hilang.

“Kepercayaan masyarakat ini merupakan modal utama dalam menjalankan bisnis di perbankan. Bagaimana mungkin masyarakat akan menyimpankan uangnya di Bank Banten, jika kepercayaannya saja tidak ada,” ujarnya.

Untuk itu, dia menyarankan Pemprov Banten lebih baik menggalang dana sumbangan dari sejumlah investor di Provinsi Banten untuk menyelamatkan Bank Banten. Langkah itu dinilai sangat efektif dan pernah dilakukan dalam proses pendirian Bank Muamalat.

Gubernur harus mau menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya dan solusi yang akan diambil. “Tinggalkan dulu itu gengsi, karena tidak akan mampu menyelamatkan Bank Banten,” jelasnya.

Embay juga ragu Pemprov Jawa Barat (Jabar), selaku pemilik saham pengendali, akan menyetujui permintaan Pemprov Banten terkait rencana marger ini, karena resiko kerugian yang akan ditanggungnya cukup besar jika marger dilakukan.

“Saya yakin BJB juga tidak mau menyertakan modalnya kepada bank yang dalam kondisi sakit, karena itu akan menambah kerugian,” tandasnya.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.