Pemprov Banten Dinilai Lemah Dalam Capaian Penyaluran Bansos Covid-19

  • Whatsapp
bansos
Ilustrasi - penyaluran dana bantuan sosial dampak covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Ketua DPRD Banten Andra Soni menyoroti terkait masih lemahnya capaian penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Banten kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Andra melihat, pada bulan kedua masa Covid-19, apa yang dilakukan Pemprov Banten dalam pengamanan dampak sosial masyarakat sangat jauh panggang dari api. Artinya, apa yang dijanjikan Gubernur Banten sampai saat ini belum bisa direalisasikan.

Bacaan Lainnya

“Di refocusing ke II, gubernur memfokuskan bantuan JPS (Jaminan Pengaman Sosial) yang rencananya akan disalurkan kepada 670 ribu KK, dengan total 500 ribu perbulan selama dua bulan, dan dicadangkan satu bulan sehingga totalnya tiga bulan. Tapi sampai saat ini, realisasinya belum ada perkembangan yang baik,” katanya saat dihubungi, Rabu (20/5/2020).

Sekretaris DPD Gerindra Banten itu melanjutkan, dirinya melihat Pemprov tidak terbuka terkait kendala yang dihadapi di lapangan. Hal itu terlihat sampai akhir Mei ini, menjelang hari raya, masyarakat belum mendapat bantuan. Padahal masyarakat sangat membutuhkan bantuan itu.

“Selain itu, transparansi penyaluran bantuan dari CSR juga tidak jelas, dari mana saja, berapa banyak dan disalurkan kemana saja. Ini menjadi catatan kami bahwasannya Pemprov tidak terbuka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana mengaku, hingga pertengahan bulan Mei ini penyaluran Bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19 telah dilaksanakan di empat kabupaten/kota yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang. Namun, dari keempat daerah tersebut juga belum tersalurkan secara menyeluruh atau masih dalam proses.

“Yang membuat terkesan agak lama itu karena proses pembukaan ratusan ribu rekening perbankan yang ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan, ini pun sudah luar biasa cepat karena pihak perbankan memberikan layanan Buka Rekening Kolektif (Burekol),” jelas Nurhana.

Dijelaskan Nurhana, dari keempat daerah tersebut, untuk  wilayah Tangerang Raya dengan nilai Rp600.000 yang telah tersalurkan melalui Bank BJB yaitu  Kabupaten Tangerang sebanyak 12.673 KK. Untuk Kota Tangerang sebanyak  8.958 KK. Sementara untuk Kota Tangerang Selatan melalui Bank BJB Syariah sebanyak 5.243 KK.

“Kabupaten Pandeglang melalui Bank BRI juga sudah kami salurkan. Dengan nilai bantuan sebanyak Rp.500.000 telah tersalur sebanyak 1.442 KK. Penjadwalan berikutnya di Kabupaten Pandeglang masih dilakukan Dinsos Kabupaten Pandeglang dengan BRI,” paparnya.

Dikatakan Nurhana, untuk 4 kabupaten/kota lainnya yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon hingga kini masih dalam proses pembukaan rekening melalui Bank BRI. Nilai bantuan yang akan disalurkan masing-masing  sebesar Rp500.000. Dengan rincian, Kabupaten Lebak sebanyak 11.655 KK, Kota Serang sebanyak 30.200 KK, Kabupaten Serang dengan alokasi bantuan sebanyak 56.100 KK dan Kota Cilegon dengan alokasi bantuan sebanyak 20.375 KK.

“Kami terus upayakan agar prosesnya cepat selesai sehingga penyaluran dapat segera dilaksanakan, sehingga masyarakat bisa lekas menerima manfaat dari bantuan tersebut,” ujarnya (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.