Pemprov Banten Belum Tentukan Penerima Bantuan Jaring Pengaman Sosial

  • Whatsapp
sembako
Paket sembako berupa beras yang disiapkan Gubernur Banten, Wahidin Halim.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten belum menentukan penerima bantuan sosial safety net atau jaringan pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di Banten. Namun, Pemprov Banten sudah menyiapkan skema penyalurannya.

Hal tersebut dikatakan Plt Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Banten, Budi Dharma. Budi mengaku membenarkan adanya pergeseran anggaran untuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. Bahkan, Dinsos juga telah menyiapkan skema penyalurannya.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah buatkan skemanya,” kata Budi saat dihubungi melalui telepon, Rabu (15/4/2020).

Saat ditanya mekanisme penyalurannya, Budi tidak dapat menjawab secara rinci. Dia beralasan tidak mempunyai kewenangan. “Saya nggak bisa jawab soal itu. Nanti pimpinan saja bisa gubernur atau Sekda yang nanti menjelaskan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, berdasarkan hasil rapat Gugus Tugas Penanganan Covid-19, terdapat sekitar 650.000 kepala keluarga (KK) di Banten yang terdampak corona secara ekonomi dan perlu segera mendapatkan bantuan. Dimana setiap KK akan mendapatkan Rp500.000 per bulan yang diberikan selama tiga bulan.

Selain bantuan keuangan, Pemprov Banten juga akan memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak. Namun hal itu juga belum ada pihak yang berani menjelaskan peruntukan dan besarannya.

Terpisah, Sekda Banten, Al Muktabar saat dikonfirmasi mengaku, Pemprov Banten masih menyusun skema penyaluran jaring pengaman sosial. “Ini lagi nyusun skema sesuai arahan dari pusat. Jadi tunggu dulu,” katanya.

Saat ditanya peruntukkan anggaran Rp1,26 miliar, Muktabar juga masih belum bisa membeberkan. “Untuk rinciannya belum. Soalnya baru ada teleconference dengan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” katanya.

BACA JUGA:

. Gubernur Banten Buat Skema Bantuan Pangan Untuk 40 persen Warganya

. Fraksi PDIP DPRD Banten Desak Gubernur Kucurkan Dana Desa untuk Covid-19

. Pemprov Banten Disarankan Bentuk Desa Siaga Covid-19

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, alokasi senilai Rp1,26 triliun, Rp934 miliar diantaranya diperuntukan untuk keperluan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang rentan terdampak Covid-19.

“Ya rencananya untuk  tambahan bansos jaring pengaman sosial, bagi masyararakat yang secara ekonomi rentan terdampak covid,” kata Rina.

Pengamat kebijakan publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ikhsan Ahmad mengatakan, pada dasarnya masyarakat berterimakasih atas kepedulian dan perhatian pemerintah dalam mengantisipasi Pandemi Covid-19 ini. Namun Ikhsan menyayangkan sikap Gubernur Banten yang memasang foto dirinya di paket bantuan sembako itu.

“Alangkah lebih elok jika bantuan tersebut tidak mengonotasikan citra, kekuasaan dan simbol-simbol pribadi. Lebih baik menggunakan simbol-simbol resmi pemerintah, agar representasi kehadiran negara utuh ditengah masyarakat,” jelasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.