Pemprov Banten Belum Tentukan Nilai Tambahan Modal ke Bank Banten

  • Whatsapp
penyertaan modal bank banten
Pemprov Banten masih membahas nilai penyertaan modal bagi Bank Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten masih menghitung besaran dana konversi Kasda yang akan dijadikan penambahan penyertaan modal untuk Bank Banten. Hingga kini, besaran angka tersebut masih fluktuatif. Karena Bank Banten sebagai perusahaan terbuka, yang saham mayoritasnya dimiliki Pemprov Banten membuka ruang kepada pemilik saham minoritas.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Banten, Almukhtabar mengatakan, proses itu masih terus berjalan, antara DPRD serta Pemprov Banten. Berapapun nanti hasil finalisasinya, akan dibahas bersama.

Bacaan Lainnya

“Total dana keseluruhan yang mengendap di Bank Banten Rp1,9 triliun. Tapi yang milik Kasda Pemprov Banten hanya Rp1,55 triliun. Rencananya yang akan dikonversi menjadi penyertaan modal sebesar Rp1,5 triliun,” katanya usai rapat Paripurna di DPRD Banten, Selasa (14/7/2020).

Mukhtabar mengaku, anggaran Rp400 miliar lainnya merupakan dana Kasda milik pihak lain yang sudah di SP2D-kan oleh Bendahara Umum Daerah (BUD) Provinsi Banten, yang ikut mengendap di Bank Banten. Namun, posisi uang tersebut masih berada dalam Kasda Pemprov Banten, belum sempat tersalurkan.

BACA JUGA: Gubernur Pastikan Penyertaan Modal Bank Banten Tetap Rp1,9 Triliun

“Karena sudah ada SP2D dari BUD, maka dana tersebut sudah tidak lagi menjadi satu kesatuan dengan Kasda Pemprov Banten yang mengendap, meskipun posisi uangnya masih dalam satu rekening,” ujarnya.

Disinggung terkait penggunaan sisa dana Rp5 miliar dari total Kasda yang mengendap Rp1,55 triliun, Mukhtabar mengaku semua pembahasan ini akan dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan aturan yang berlaku. “Nanti kita akan bahas bersama lagi,” katanya.

Berdasarkan data yang didapat Redaksi24.com, dana yang mengendap di Bank Banten selain Kasda Pemprov Banten sebesar Rp1,55 triliun, ada juga Kas BLUD RSUD Banten sebesar Rp35,2 miliar, kas BLUD Malingping Rp9,3 miliar.

Kemudian, kas bendahara OPD Rp105,7 miliar, kas bendahara sekolah Rp3,2 miliar serta dana outstanding yang sudah dikeluarkan BUD, namun belum disalurkan oleh Bank Banten sebesar Rp206,6 miliar.

“Penambahan penyertaan modal juga akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

BACA JUGA: Wah, Rp300 Miliar Dana Alokasi Umum dan Bagi Hasil Banten ‘Tersandera’ di Bank Banten

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Banten Budi Prayogo mengatakan, berapapun yang akan dialokasikan untuk penambahan penyertaan modal ke Bank Banten itu menjadi kewenangan Pemprov Banten selaku Pemilik Saham Pengendali Terakhir (PSPT).

Sebagai dewan, kata dia, tetap menghargai keputusan tersebut, meskipun pihaknya tidak mendapat tembusan surat terkait perubahan besaran alokasi anggaran yang akan menjadi penambahan modal Bank Banten.

“Kami hormati itu. Karena angka itu (Rp1,5 triliun) merupakan keputusan gubernur dalam Raperda yang akan dibahas Komisi III DPRD Banten,” ujarnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.