Pemprov Banten Belum Inventarisir Dampak Kekeringan

  • Whatsapp
Sekda Banten
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Almukhtabar.

REDAKSI24.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas II Tangerang Selatan sejak 20 Agustus 2019 telah mengeluarkan surat edaran peringatan dini kekeringan di beberapa daerah di Provinsi Banten dan DKI Jakarta. Namun hingga kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten belum melakukan langkah antisipasi dampak kekeringan.

“Kami belum melakukan inventarisir kawasan mana saja yang mengalami dampak dari musim kemarau,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Almukhtabar kepada Redaksi24, Jumat (23/8/2019).

Bacaan Lainnya

Mukhtabar mengaku hingga saat ini baru akan melakukan pendataan. Jika kekeringan itu melanda antar kabupaten/kota, menurutnya, Pemprov akan turun tangan langsung. Tapi, kata dia, jika hanya berada di satu kabupaten kota, itu menjadi kewenangan daerah yang bersangkutan.

“Seperti halnya bencana alam yang belum lama ini terjadi, karena dampaknya antar kabupaten, maka Pemprov Banten mengambil alih,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Polres Pandeglang Kucurkan Air Bersih Bagi Warga Korban Kekeringan

. Kekeringan Meluas, Ribuan Hektar Padi di Banten Terancam Puso

. 1.500 Hektar Sawah di Kabupaten Tangerang Kekeringan, 200 Hektar Padi Gagal Panen

Bahren, salah satu warga Pontang, Kabupaten Serang yang mengalami dampak kekeringan menyayangkan pernyataan Sekda. Menurut Bahren, seharusnya Pemprov Banten sudah melakukan persiapan antisipasi dini dalam menghadapi dampak musim kemarau saat ini.

“Dampak kemarau ini kan sudah dari awal bulan Juli diprediksi. Saya yakin kabar ini sudah tembus ke Pemprov. Tapi sepertinya sejak awal Pemprov tidak ada kesiapan menghadapi kekeringan,” tuturnya.

Diketahui pada 20 Agustus 2019, BMKG memberikan surat edaran. Dalam surat edaran tersebut BMKG menyebut hampir seluruh wilayah Provinsi Banten mengalami kekeringan akibat dampak musim kemarau.

Kekeringan berdampak pada sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan di wilayah Banten. Serta berdampak pada pengurangan ketersediaan air tanah, sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih di Banten dan DKI Jakarta. Kekeringan juga berdampak pada meningkatnya polusi udara di wilayah Banten. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.