Pemprov Banten Anggarkan Rp10 Miliar Untuk Direksi Agribisnis

  • Whatsapp
PT Agribisnis Banten
Ilustrasi - APBD Perubahan Banten 2020 mengalokasikan dana untuk Direksi PT Agribisnis.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menganggarkan Rp10 miliar pada APBD perubahan 2020 untuk jajaran Direksi PT Agribisnis. Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk biaya operasional jajaran direksi dalam membuat skema bisnis perseroan.

Pemprov Banten sebelumnya sudah menganggarkan Rp50 miliar untuk penyertaan modal awal pembentukan PT Agribisnis pada APBD 2020. Namun karena Covid-19, anggaran tersebut terkena refocusing.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan dokumen Rancangan Perda tentang Perubahan APBD Banten tahun 2020 yang diterima redaksi24.com, WH menganggarkan untuk penyertaan modal PT Agribisnis sebesar Rp10 miliar.

Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  Banten, Mahdani ditemui beberapa waktu lalu membenarkan WH telah menyiapkan dana Rp10 miliar untuk Penyertaan Modal PT Agribisnis. Dana tersebut mengerucut dari awal pembahasan lantaran hanya akan digunakan untuk kepentingan para direksinya.

“Untuk operasiolal PT Agrobisnis.  Setelah direksi dilantik. Nyusun program rencana bisnis. Kan perlu uang. Semacam menyusun RPJMD (Rencana Program Jangka Menengah Daerah) gitu, Program usahanya,” ungkap Mahdani.

BACA JUGA: Pemprov Banten Akan Lakukan Sinkronisasi Pergub Izin Air Permukaan

Adapun untuk siapa ssja yang lolos dan terpilih menjadi Direksi PT Agribisnis, saat telah selesai uji rekam jejak yang dilakukan Badan Intelijen Nagara Daerah (Binda). “Nama-namanya saya lupa.lagi, kurang lebih ada sembilan orang. Yang lolos admnistrasi dan tes yang direkam jejaknya oleh Kabinda,” ujar Mahdani seraya mengatakan sebekumnya rekam jejak dilaksanakan PPATK namun urung dilakukan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Banten,Yoyon Sujana mengaku tidak mengetahui secara detail anggaran untuk penyertaan modal Agribisnis yang nilainya Rp10 miliar. Menurutnya, hal tersebut sudah dilakukan Pansus Penyertaan Modal.

“Agribisnis itu usulan inisiatif eksekutif. Kami tidak begitu membahas karena ada pansusnya,” kata Yoyon.

Adapun penggunaan dana Rp10 miliar yang disampaikan Pemprov untuk operasional, Yoyon mengaku baru mengetahuinya. Namun pihaknya mengakui sebelumnya Pemprov Banten mengusulkan dana Rp50 miliar. “Waktu itu memang ada usulan Rp50 miliar. Kalau sekarang Rp10 miliar di Raperda Perubahan APBD 2020, saya belum begitu tahu,” ungkapnya.

Sebelumnya juga, Ketua Komisi II DPRD Banten, Muhsinin dalam pesan WhatsApp mengaku tidak mengetahui terkait alokasi dana direksi PT Agri Bisnis. “Kurang tahu, belum dengar,” katanya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.