Pemprov Banten Alokasikan Rp107 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

oleh -
anggaran covid-19
Kepala BPKAD Provinsi Banten, Rina Dewiyanti.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten melakukan penggeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp107 miliar lebih. Penggeseran itu masukkan dalam Dana Tak Terduga (DTT) tambahan yang sebelumnya Rp45 miliar menjadi Rp152 miliar lebih.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, berdasarkan hasil Rapat Terbatas (Ratas) bersama Gubernur Banten dan juga tim Gugus Tugas penanganan Covid-19, dilakukan pergeseran anggaran untuk program kegiatan di sejumlah OPD,

Seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Rp20 miliar, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Rp23,7 miliar. Selanjutnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Rp50 miliar dan dari kegiatan pejabat pengelola keuangan daerah (PPKD) senilai Rp14 miliar.

“Anggaran kegiatan yang digeser itu meliputi dana Bansos tidak direncanakan, pengadaan lahan di Ciputat, menjadwal kembali pembayaran premi asuransi PBI, menunda kegiatan pengelolaan gedung dan penyelenggaraan bangunan dan lingkungan di kawasan strategis Provinsi Banten,” kata Rina.

Rina menambahkan, pergeseran anggaran ini menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian beberapa waktu lalu dan juga instruksi langsung Gubernur Banten Wahidin Halim (WH). “Kami merespon apa yang memang menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPKAD Provinsi Banten. Dwi Sahara mengatakan, pada tahun anggaran 2020 dana yang tersedia senilai Rp45 miliar. Dari anggaran yang tersedia itu, sebagian sudah terpakai.

“Ini kami sudah salurkan. Pertama waktu awal tahun kami ada musibah longsor dan banjir bandang Rp2,49 miliar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masih dari kejadian yang sama anggaran juga terpakai untuk pembangunan  jembatan. Pengajuan telah dilayangkam Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) senilai Rp29,4 miliar. Meski demikian, anggaran itu belum dicairkan karena ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi terlebih dahulu.

Selanjutnya, terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 dari Dinkes sudah mengajukan penggunaan dana tak terduga. Sudah ditindaklanjuti dengan melakukan pencairan senilai Rp10,065 miliar untuk keperluan sarana dan prasarana dan tenaga kesehatan.

“Jadi total dari Rp45 miliar kami sudah keluarkan Rp41,94 miliar. Jadi masih ada tersisa Rp3,036 miliar yang bisa digunakan untuk bencana,” katanya.

BACA JUGA:

. Mulai Hari Ini, RSUD Banten Jadi Pusat Rujukan Pasien Covid-19

. Tangkal Covid 19, Untirta Produksi Sanitizer Gratis Bagi Warga Banten

. Distan dan CSR Banten Donasikan APD Bagi Tim Medis Covid-19 di Banten

Plt Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Pemprov Banten, Mahdani mengatakan, hingga saat ini belum ada anggaran proyek fisik yang digeser untuk penanganan Covid-19 di Banten. Hal itu dikarenakan di beberapa pos anggaran lain masih bisa dimanfaatkan untuk dilakukan penggeseran, salah satunya pos Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat.

“Untuk saat ini sudah cukup. Belum ada penggeseran anggaran pembangunan. Tapi tidak tahu ke depan nanti seperti apa, kalau tidak cukup mungkin akan dilakukan penggeseran anggaran lagi,” katanya.

Mahdani melanjutkan, sebelumnya memang ada beberapa pos seperti dana BPJS Kesehatan yang tidak jadi naik dan dana Bansos tidak terencana. “Tapi sampai kemarin untuk kebutuhan itu sudah terpenuhi,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Astuti sebelumnya mengatakan, dana yang sudah disiapkan untuk proses penanganan Covid-19 ini akan dialokasikan secara maksimal diantaranya untuk sarana prasarana ruang isolasi, Alat Perlindungan Diri (APD) dan juga intensif untuk tenaga medis.

“Anggaran kami fokuskan pada penanganan,” tegasnya.

Sementara itu, Pemprov Banten sudah melakukan pemusatan penanganan pasien Covid-19 di RSUD Banten. Dengan total 250 bad, mulai Rabu (25/3/2020) ini akan dikhususkan untuk pasien Covid-19. Sedangkan untuk Rapid Tes, hingga kini Pemprov Banten belum menentukan lokasinya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.