Pemodal Asal Tasikmalaya Jadi Tersangka Insiden 10 Penambang Tertimbun Longsor di Kobar

  • Whatsapp
Polres Kobar menatapkan R pemodal asal tasikmalaya tersangka insiden 10 orang penambang tertimbun longsor
Kepala Polres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah didampingi Kasatreskrim AKP Rendra Aditya Dani memberikan keterangan pers terkait penanganan kasus longsor yang menimbun 10 pekerja tambang emas asal Tasikmalaya, di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Ahad (22/11/2020).

PANGKALAN BUN, REDAKSI24.COM— Polres Kotawaringin Barat (Kobar) menetapkan pria berinisla R, pemodal asal Tasikmalaya, sebagai tersangka dalam insiden  10 orang penambang tertimbun longsor di Kabupaten Kobar Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dengan penetapan R dalam status itu, maka tersangka bertambah menjadi dua orang menyusul H (28) yang sudah lebih dahulu dijadikan tersangka kejadian longsor di penambangan tradisional itu.

Bacaan Lainnya

“Tersangka R merupakan pemilik lahan sekaligus  menjadi pemodal dari aktivitas penambangan emas secara ilegal yang menimbulkan longsor dan menimbun 10 orang pekerja tambang tersebut,”ujar Kepala Polres Kobar AKBP Devy Firmansyah saat memberikan keterangan pers di Mako Polres setempat di Pangkalan Bun, Ahad (22/11/2020).

Dengan demikian, lanjut Kapolres Devy, R yang merupakan warga Desa Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah tersangka kedua yang sudah ditetapkan kasus itu.

Penyidik sebelumnya telah menetapkan H (28) selaku penanggung jawab atau kepala rombongan pekerja dalam status tersangka insiden penambangan Sei Seribu di Kelurahan Pangkut Kobar.

BACA JUGA:Tiga Penambang Emas Asal Tasikmalaya Ditemukan Tewas Tertimbun Longsor

Devi menjelaskan R menyiapkan lahan dan memberikan modal kepada tersangka H untuk dipergunakan membeli peralatan pertambangan sekaligus untuk kebutuhan sehari-hari para pekerja tambang.

Kemudian tersangka H berkewajiban memberikan hasil pertambangan berupa emas kepada tersangka pemodal R melalui orang kepercayaannya untuk dijual.

“Hasil penjualannya setelah dikurangi biaya operasional serta utang atau bon para pekerja, barulah sisanya dibagi rata,”jelas Kapolres.

Kata Devy, atas keterlibatannya, tersangka R dikenakan Pasal 158 junto pasal 35 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman kurungan penjara selama lima tahun dan denda paling banyak seratus milyar rupiah.

Diinformasikan, kejadian nahas yang menimpa 10 orang penambang emas asal Tasikmalaya Jawa Barat tertimbun longsor itu terjadi pada Kamis (19/11) sekitar pukul 11.30 WIB di wilayah Sei Seribu Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara, Kobar.

Hingga kini baru tiga korban yang berhasil ditemukan oleh tim evakuasi gabungan yang melakukan pencarian. Ketiga korban itu Yuda (24) serta Nurhidayat (28) asal Desa Salofa Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, kemudian Rana Solihat (20) asal Desa Cikeusal Kabupaten Tasikmalaya.

Sedangkan tujuh korban lainnya yaitu, Tatan (30), Muharom (22), Reza (20), Susa (25) , Bayu (25), Dian (26) dan Mukadir (47) masih belum ditemukan.(Jay De Menes/ANTARA)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.